Nyotaimori, Tradisi Makan Di Atas Tubuh Wanita Bugil Yang Bisa Anda Coba Bersama Pasangan

Siapa yang tidak kenal Jepang? Negara yang mendapati julukan Negeri Sakura ini kaya akan tradisi dan budayanya yang kental akan keunikan. Kini Negeri Sakura menjadi primadona bagi orang Indonesia baik dari segi ekonomi, kehidupan masyarakat, hingga yang paling terkenal adalah mafia nya, yaitu Yakuza. Yakuza boleh dibilang merupakan salah satu organisasi mafia paling berbahaya di dunia. Mereka eksis sejak dulu dan sukses bertahan hingga saat ini.

Seperti berikut ini, tradisi yang paling nyeleneh dilakukan oleh para elite Yakuza untuk menjamu para undangannya ataupun petinggi-petinggi kerajaan Jepang. Tradisi ini sering disebut Nyotaimori.

Dikenal sebagai tradisi masyarakat Jepang sejak zaman Geisha, Nyotaimori atau tradisi santap sushi dengan wanita telanjang sebagai ‘piringnya’ memang sangat populer di negeri matahari terbit. Pernah menjadi tradisi yang sering dinikmati para Samurai, kini Nyotaimori memang sangat terbatas untuk dinikmati, bahkan dilarang. Namun Yakuza sebagai mafia paling populer di Jepang diketahui masih melakukan tradisi ini di lokasi prostitusi yang mereka kelola.

Lantas seperti apa tradisi Nyotamori ini? Para penggelar yaitu petinggi Yakuza serta tamu-tamu pesta ini akan menyediakan gadis berusia 16 tahun keatas di mana dia akan berbaring di meja makan tanpa sehelai benang pun. Para juru masak akan menaruh dan menghias sushi ini di atas tubuhnya yang bugil itu. Setelah hidangan siap, para tamu khusus pun akan masuk dan mulai menyantap hidangan tadi. Itulah Nyotaimori yang artinya makan di atas tubuh wanita telanjang.

Pelaku Wanita Nyotaimori sebenarnya tidak bisa sembarangan, harus ada pelatihannya yang khusus. Harus tahan geli, bisa tenang sehingga dapat mengatur suhu badan tetap normal. Jadi sebelum melakukan dia harus mandi bersih, semua rambut yang melekat termasuk rambut yang dibawah pusat harus dicukur bersih. Harus bisa berbaring tidur berjam-jam tanpa gerak tanpa emosi, walaupun kadang mungkin badannya tersiram air agak dingin cipratan atau tumpahan anggur sengaja agar seolah tambah lezat dan sebagainya, harus mampu mati rasa untuk menahannya.

Selain itu penyajian makanannya pun tidak bisa sembarangan, ada seni khusus Jepang tersendiri untuk penataan dan peletakan sushi maupun sashimi di atas tubuh tersebut. Setelah telanjang, wanita tersebut di taburi dengan semacam bubuk agar tubuh tetap dingin dan tidak lembab, seolah terlapisi zat tertentu, tidak langsung menyentuh tubuh. Apabila tubuh panas, akan mempengaruhi sushi atau sashimi dan terkontaminasi bisa kurang baik bagi kesehatan si penikmat. Untuk menghindari kontaminasi tersebut, biasanya ada daun lebar dan di atas daun lebar diletaklah sashimi atau sushi.

Tetapi bagi yang langsung diletak di tubuh wanita, inilah tingkatan yang paling sulit. Tingkat kesulitan agar tak terkontaminasi bakteri tubuhnya, dan tingkat kesulitan merancang atau menata sushi dan sashimi diatas tubuh tersebut, agar tetap kelihatan manis, seolah transparan langsung ke tubuh si wanita, tetapi tetap terpisahkan antara tubuh dan makanan. Misalnya memberikan parutan labu secara tipis, barulah diatasnya diletakkan sushi atau sashimi.

Piring hidup tersebut saat dimandikan menggunakan sabun yang beraroma khusus dan kemudian menyelesaikan dengan percikan air dingin untuk mendinginkan tubuh supaya sushi layak untuk diletak diatas tubuhnya. Aspek kebersihan Nyotaimori tetap harus nomor satu, itulah penyajian cara Jepang. Di China juga dilakukan tetapi tahun 2005 dilarang karena dianggap melanggar hak asasi manusia. Negara lain juga pernah melakukannya misalnya di Afrika Selatan, Amerika Serikat dan sebagainya.

Pesta tradisi Nyotaimori pastinya juga disajikan dengan minuman keras khas Negeri Sakura. Namun, ada pantangan khusus bagi para tamu untuk tidak melakukan hubungan seks dengan ‘piring-piring’ tadi. Para tamu hanya bisa melakukan hubungan seks dengan wanita yang menemani selama pesta berlangsung.

Kini Nyotaimori tak hanya digelar di Jepang saja dan ritual erotis ini sudah tersebar hingga ke barat. Banyak restoran yang menawarkan sensasi liar ini kepada pengunjungnya dan sedikit terselubung. Terkadang mereka berkedok menyediakan jasa pesta bujang atau boys nigt out.

Tentu saja hidangan yang disajikan adalah sushi karena mereka mengadaptasi konsep yang ada di Jepang. Namun untuk piringnya, mereka memakai para gadis barat yang berbaring tanpa sehelai benang pun.

Nah, Nyotaimori termasuk dalam kategori foreplay, Nyotaimori tentu bisa Anda lakukan tanpa harus datang ke Jepang loh. Apalagi Anda mungkin jadi salah satu pria yang dituntut pasangannya untuk selalu memberikan suasana baru dalam setiap hubungan seks. Nyotaimori jawabannya. Tidak perlu melakukannya persis seperti yang dibuat oleh orang Jepang, memodifikasinya akan membuat hubungan bercinta Anda semakin seru. Karena fokusnya bukan soal makanan, tapi untuk merangsang Anda dan pasangan agar momen bercinta semakin panas. Boleh juga kan?