Gila, Sekolah Hanky Panky Mengajarkan Muridnya Menjadi PSK

Sekolah merupakan wadah bagi siswa dan siswi untuk menimba ilmu pengetahuan. Kata sekolah berasal dari bahasa Latin skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti yaitu waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja.

Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Namun, apa jadinya jika ada sekolah ‘nakal’ yang mengajari anak didiknya ilmu pengetahuan tentang bagaimana menjadi pemuas nafsu? Nah, daripada penasaran mari kita ulas tentang sekolah prostitusi ini gaes!

1. Pendiri Hanky Panky School, Sekolah Prostitusi di Belanda

Sejak tahun 1988, Belanda memang telah melegalkan industri seks. Beberapa lokalisasi di ibu kotanya telah menjadi tujuan utama wisatawan lokal dan luar negeri yang menyumbang jutaan Euro per tahunnya. Bukan hanya itu, sektor ini ternyata menyumbang pajak cukup besar bagi negara mereka.

Kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh seorang mantan mucikari, Elena Vis. Ia mendirikan sebuah sekolah khusus prostitusi bernama Hanky Panky School. Sekolah ini mengajarkan muridnya bagaimana menjadi PSK high class supaya menjadi pemuas nafsu pria hidung belang dan menjadi wanita jalang yang kaya raya.

Layaknya sekolah pada umumnya, Hanky Panky School juga menerapkan kurikulum untuk para siswanya. Kurikulum ini bertujuan agar siswanya cepat lulus dan bisa menjadi PSK yang profesional. Materi pelajaran yang diajarkan bagi calon pelacur high class ini yaitu ilmu marketing. Elene mengatakan bahwa para PSK yang bekerja lewat agensinya berpenghasilan sampai 6000 Euro tiap bulan, dengan hanya 40 jam kerja. Itulah sebabnya ia lalu mendirikan sekolah tersebut.

2. Biaya Belajar di Hanky Panky School

Lewat sekolah Hanky Panky, Elene mematok biaya sebesar 450 Euro atau sekitar Rp 6,7 Juta per orang, untuk mendapatkan pelajaran dalam bentuk paduan video presentasi tentang teknik-teknik bercinta, termasuk ajaran Kama Sutra.

Selain itu Elene juga menyiapkan materi pelajaran tentang pentingnya penampilan bagi seorang pelacur. Selain itu Elene juga merapkan ajaran pentingnya rasa percaya diri serta berpikir positif amat penting untuk membuat klien lebih betah dan menghabiskan waktu lebih lama dengan pelacur yang sudah disewa.

Elene Vis juga menyiapkan kurikulum pelajaran Hanky Panky yang bisa diakses secara online dengan biaya sebesar 3 Euro untuk setiap mata pelajaran.

3. Visi dan Misi Hanky Panky School

Elene Vis yang sebelumnya heboh gara-gara buku autobiografinya berjudul Escort Queen with Turbopower, membuka sekolah prostitusi di Amsterdam beberapa waktu lalu yang menawarkan ilmu pemasaran eksklusif.

“Anda bisa menyebutnya teknik pemasaran. Anda harus punya ketrampilan menjual, tidak peduli yang Anda jual tubuh sendiri atau peralatan rumah tangga. Prinsipnya tetap saja sama. Kami memberikan training untuk mendapatkan hidup yang lebih baik dan uang lebih banyak dari pekerjaan mereka,” tutur Elene.

Menurut Elene, berpikir positif dan percaya diri amat penting untuk menarik perhatian klien dan menghabiskan waktu lebih lama. “Seks 10 menit tidak akan menghasilkan banyak uang,” tukas Elena.

4. Guru Pendidik

Di sekolah tersebut, terdapat beberapa tenaga didik profesional untuk subyek yang berbeda, seperti bagaimana berpakaian, bagaimana etika menghadapi tamu dan ada yang mengajarkan bagaimana memuaskan nafsu para pria hidung belang loh! Hal ini memang wajar karena sejak tahun 1988, Belanda memang telah melegalkan industri seks.

Beberapa lokalisasi di ibu kotanya telah menjadi tujuan utama wisatawan lokal dan luar negeri yang menyumbang jutaan Euro per tahunnya. Jadi, memang negara tempat berdirinya Hanky Panky sudah setuju dan melegalkan yang namanya ‘seks’ makanya guru pendidik untuk sekolah ini juga di gaji besar loh.

5. Bukan Satu-satunya Sekolah Prostitusi

Tahun 2012, sebuah sekolah yang disebut Trabajo Ya dibuka di Valencia. Trabajo Ya berarti siap kerja, kalau di Indonesia seperti SMK. Sekolah ini mengajarkan siswanya bagaimana menjalani bisnis sebagai pekerja seks. Dengan biaya 120 dolar atau sekitar Rp 1,5 juta, sekolah ini menawarkan kursus dasar dalam “Kebijaksanaan dalam Prostituisi Profesional”.

Kursus dilakukan selama seminggu, terdiri dari kelas teori yang meliputi sejarah dan evolusi dunia profesi tertua. Tak cuma teori, sekolah ini juga memberikan pelajaran praktik. Setiap siswa akan berlatih bermain seks selama dua jam setiap hari. Saat praktik, mereka sambil belajar dari Kama Sutra. Sekolah ini pernah dituntut hukum oleh warga yang keberatan dengan program studi yang ditawarkan. Tapi, pengadilan akhirnya memutuskan mendukung sekolah prostitusi ini.

Nah, mungkin hal tersebut tidak terlalu mengejutkan disana. Walaupun bagi kita cukup aneh dan tidak wajar. Jadi, siapa yang tertarik?