Pemanfaatan Pasar Modal Sebagai Sumber Pendanaan

Bagi pengusaha yang baru terjun ke dunia usaha pada dasarnya pasti menyepelekan pasar modal. Apa itu pasar modal? pada dasarnya, pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam bentuk utang (obligasi) ataupun modal sendiri.

Instrumen-instrumen keuangan yang diperjualbelikan di pasar modal ialah seperti saham, obligasi, waran, right, obligasi konvertibel, dan berbagai produk turunan (derivatif) seperti opsi (put-call). Nah, bagi anda yang sudah tau apa itu pasar modal disini saya akan mengulas kembali pemanfaatan pasar modal bagi para pengusaha sebagai sumber pendanaan. Dibaca ya guys!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pelaku industri khususnya di daerah-daerah kecil untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan modal dalam pengembangan usahanya tersebut.

Kesempatan memperoleh pendanaan dari pasar modal belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengusaha kecil. Secara demografi, pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pendanaan masih didominasi oleh perusahaan yang berdomisili di kota-kota besar seperti DKI Jakarta dan sekitarnya.

Semakin banyak perusahaan di daerah kecil yang melakukan Initial Public Offering (IPO) tentunya akan meningkatkan perekonomian daerah dan mendorong munculnya sentra-sentra ekonomi yang lebih menyebar luas, dan tidak hanya terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu.

Pendanaan melalui pasar modal ini memiliki nilai tambah tersendiri bagi dunia usaha pada khususnya maupun masyarakat awam secara umum. Pasar modal mempertemukan langsung kelebihan dana pada masyarakat dengan kebutuhan dana oleh perusahaan, sehingga diharapkan biaya modal pendanaan dari pasar modal akan lebih rendah.

Dengan masuknya perusahaan ke pasar modal dapat meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan, meningkatkan ‘image’ atau reputasi perusahaan, bahkan dapat memperoleh insentif pajak.

Kondisi pasar modal Indonesia sampai dengan saat ini menunjukkan tren yang sangat positif bagi pengusaha. Pada tahun 2016 Pasar modal Indonesia berhasil mencatatkan rekor tertinggi untuk kapitalisasi pasar BEI (Bursa Efek Indonesia). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya sebagai pasar obligasi dan derivatif maupun frekuensi transaksi tertinggi sepanjang masa. Kapitalisasi pasar BEI per 30 September 2016 adalah sebesar Rp 5,799 triliun. Wow!

Saat ini perusahaan yang telah memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan pendanaan sebanyak 626 perusahaan. Pada tahun 2016, terdapat 12 Emiten (perusahaan yang menjual bursa efek kepada publik) baru yang menerbitkan saham melalui IPO dengan total dana hasil penawaran umum sebesar Rp 10,7 triliun.

Selain penerbitan saham melalui IPO, selama tahun 2016 juga terdapat penerbitan right issue, apa itu right issue? Right Issue merupakan suatu perusahaan yang sudah melakukan penerbitan saham perdana atau sering disebut Initial Public Offering (IPO) akan memiliki banyak pemegang saham (investor) baik dari instansi perusahaan ataupun perseorangan.

Setelah proses IPO, jika diperlukan perusahaan bisa menerbitkan saham baru. Right issue biasanya diberikan berdasarkan rasio. Misalnya rasio yang diberikan adalah 1:2 maka setiap pemegang satu lembar saham maka memperoleh dua hak untuk membeli saham yang baru akan diterbitkan. Obligasi maupun suku bunga dengan total dana yang diperoleh melalui pasar modal selama tahun 2016 sebesar Rp 79,14 triliun.

Dengan demikian, sepanjang 2016, pelaku usaha di Indonesia telah memperoleh dana sekitar Rp 90 triliun dari pasar modal melalui penawaran umum. Dana yang sangat besar yang tidak memungkinan hanya bisa dipenuhi oleh sektor perbankan atau perusahaan pembiayaan saja (badan usaha di luar bank atau lembaga keuangan bukan bank lainnya yang memberikan fasilitas pinjaman kepada nasabahnya untuk suatu keperluan).

Oleh karena itu pemanfaatan penggalangan dana melalui penawaran umum di pasar modal merupakan suatu bentuk pembiayaan lain yang patut dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan kecil.

Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum tersebut biasanya dimanfaatkan untuk pengembangan usaha, baik pembangunan pabrik baru maupun untuk penambahan modal kerja perusahaan tersebut.

Melalui pengembangan usaha tersebut, perusahaan yang menjual bursa efek kepada publik dapat meningkatkan kinerja keuangannya, yang kemudian dapat meningkatkan operasional dan keuntungan serta bisa memperluas lapangan usaha dan pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk provinsi Sumatera Utara sendiri, saat ini hanya terdapat 6 perusahaan yang telah memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan, baik dari penerbitan saham maupun obligasi, yaitu: PT Toba Pulp Lestari Tbk, PT Bank Sumut, PT Bank Mestika Dharma Tbk, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk dan PT Atmindo Tbk. Semuanya merupakan perusahaan-perusahaan yang bisa di katakan perusahaan besar.

Saat ini, OJK juga secara konsisten terus melakukan pendalaman pasar dan penguatan infrastruktur pasar modal, dengan cara lebih menyederhanakan lagi proses IPO. IPO merupakan penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Pengembangan infrastruktur bagi UMKM, dan peluncuran sistem registrasi IPO secara elektronik (e-registration), serta meningkatkan jumlah investor lokal.

Itulah info dari saya tentang pemanfaatan pasar modal bagi para pengusaha, semoga bisa menambah wawasan anda ya guys!