Mengetahui Lebih Dalam Tentang Pelapukan

Pelapukan merupakan salah satu proses pembentuk dari bebatuan. Pelapukan membutuhkan waktu yang sangat lama dan dipengaruhi pula oleh berbagai faktor yang terjadi di sekitarnya. Ketika kita masih duduk dibangku sekolah tentu pernah mempelajari hal ini, lain halnya bagi Anda yang suka bolos ya. Tapi, pada artikel kali ini kami akan membahas tentang pelapukan dan kita semua yang membaca artikel ini sama-sama tau dan mengerti apa itu pelapukan. So, ikuti terus artikel ini ya.

Pengertian Pelapukan

Pelapukan merupakan salah satu peristiwa hancurnya batuan (massa dan bentuk) melalui proses-proses alamiah, misalnya secara kimiawi, fisika maupun biologis. Hal ini terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Faktor yang paling kuat mempengaruhi adalah karena adanya perubahan iklim dan cuaca.

Batuan besar tidak akan mampu bertahan dalam kurun waktu lama. Maka seiring waktu yang membawa cuaca dan iklim yang berubah ubah, secara alamiah batuan besar juga ikut berubah. Batuan tidak bisa berdiri tegap selalu ketika dihadang perubahan perubahan alami yang ekstrim. Lalu terjadilah pelapukan menjadi batuan kecil, kemudian berubah menjaid tanah.

Penyebab Terjadinya Pelapukan

Pelapukan yang terjadi pada batuan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara umum, ada empat faktor yang memengaruhi terjadinya pelapukan batuan. Faktor penyebab pelapukan tersebut, meliputi :

  • Keadaan struktur batuan (tingkat kekompakan batuan)

Struktur batuan adalah sifat fisik dan sifat kimia yang dimiliki oleh suatu batuan. Sifat fisik batuan meliputi warna batuan dan susunan Kristal dari batuan. Sedangkan sifat kimia batuan adalah kandungan bahan kimia di dalam batuan tersebut. Kedua sifat inilah yang mempengaruhi daya tahan batuan terhadap pelapukan. Adapun contoh batuan yang mudah lapuk adalah batuan sedimen sedangkan batuan yang sulit lapuk adalah batuan beku.

  • Cuaca dan iklim

Ada juga unsur cuaca dan iklim yang sangat berpengaruh terhadap proses pelapukan. Faktor cuaca penyebab pelapukan ini meliptui : suhu udara, curah hujan, sinar matahari, atau angin. Di daerah dengan iklim lembap dan panas, maka batuannya akan lebih cepat mengalami proses pelapukan dibandingkan dengan daerah dengan iklim dingin.

Selain itu, jika cuaca sering berganti, seperti terjadinya pergantian temperatur antara siang yang panas dan malam yang dingin begitu terasa, maka hal ini dapat semakin mempercepat proses pelapukan.

  • Keadaan vegetasi

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi adanya pelapukan adalah keadaan vegetasi. Vegetasi atau tumbuh- tumbuhan juga merupakan hal yang sangat mempengaruhi proses pelapukan. Hal ini disebabkan akar- akar tumbuhan tersebut dapat menembus celah- celah batuan.

Apabila akar- akar tersebut semakin membesar maka kekuatannya akan semakin besar pula dalam menerobos batuan. Selain akar- akar, serasah dedaunan yang gugur juga akan membantu mempercepat batuan melapuk. Hal ini disebabkan karena serasah batuan mengandung zat- zat asam arang dan juga humus yang dapat merusak kekuatan pada batuan.

  • Keadaan topografi

Ternyata keadaan topografi juga ikut mempengaruhi kecepatan proses pelapukan suatu batuan. Pada batuan yang berada di lereng yang curam, pelapukan akan lebih mudah terjadi pada batu tersebut. Hal ini dikarenakan batuan langsung bersentuhan dengan cuaca sekitar. Sedangkan pada batuan yang berada di lereng atau tempat yang datar (landai) pelapukan lebih sulit terjadi. Hal ini dikarenakan batuan akan terselimuti oleh berbagai endapan, sehingga dapat memperlambat proses pelapukan.

  • Organisme

Organisme marupakan hal yang cukup penting dalam proses pelapukan, seperti halnya dengan proses penguraian tumbuh- tumbuhan secara alami.

  • Waktu

Faktor yang sangat erat dan sangat identik dengan peristiwa pelapukan adalah waktu. Sering orang- orang mengatakan bahwasannya pelapukan ini terjadi karena sebuah batuan sudah terlalu lama atau terlalu tuan, hingga akhirnya batuan tersebut megalami pelapukan. Bahkan waktu merupakan faktor pertama yang akan digunakan sebagai alasan mengapa pelapukan tersebut terjadi.

Jenis-Jenis Pelapukan

Pelapukan yang terjadi pada batuan bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Adanya perbedaan faktor inilah yang akan menyebabkan perbedaan jenis- jenis pelapukan. Secara umum, pelapukan dibedakan menjadi tiga macam, yakni pelapukan organik atau biologis, pelapukan fisika dan pelapukan kimiawi atau kimia. Masing -masing mempunyai proses dan penyebab yang berbeda. Agar kita mengetahui lebih dalam mengenai jenis- jenis pelapukan, maka kita akan membahasnya sebagai berkut:

Pelapukan Fisika

Pelapukan fisika merupakan pelapukan yang sering disebut sebagai pelapukan mekanik. Pelapukan ini merupakan proses atau peristiwa hancur dan lepasnya material batuan, yang terjadi tanpa mengubah struktur kimiawi batuan tersebut. Pelapukan fisika adalah proses penghancuran bongkah batuan menjadi bagian – bagian batuan yang jauh lebih kecil. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pelapukan fisika. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pelapukan mekanik. Faktor penyebab pelapukan mekanik, yaitu :

  • Perbedaan temperatur yang besar

Peristiwa seperti ini banyak terjadi di daerah yang beriklim continental atau beriklim gurun. Di daerah gurun, pada suhu maksimum dapat mencapai 450 celcius, sedangkan pada suhu minimum dapat mencapai -40 Celcius. Dengan amplitudo suhu yang sangat mencolok ini, batuan yang keras dan besar akan sangat mudah mengalami pelapukan.

  • Terdapat pembekuan air di dalam batuan

Pelapukan fisika bisa juga disebabkan karena adanya pembekuan air di dalam batuan. Pelapukan yang disebabkan karena pembekuan air dalam batuan ini terjadi pada daerah yang beriklim sedang. Apabila air membeku maka volume air itu akan mengembang dan akan menyebabkan tekanan. Oleh karena adanya tekanan ini maka batuan akan menjadi rusak atau bahkan pecah.

  • Pengaruh kegiatan makhluk hidup

Kegiatan makhluk hidup seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan bisa membuat batuan mengalami pelapukan. Misalnya, akar tumbuhan dapat merusak struktur batuan, begitu juga dengan hewan yang selalu membawa butir-butir batuan dari dalam tanah ke permukaan.

  • Pengkristalan garam

Pelapukan fisika juga bisa disebabkan karena adanya pengkristalan garam. Pelapukan fisika yang disebabkan pengkristalan garam ini tentu saja akan terjadi di daerah pantai. Apabila air tanah mengandung garam, maka pada siang harinya air akan menguap dan daram- garam akn mengkristal. Pengkristalan ini yang pada akhirnya akan merusak batuan.

Pelapukan Kimiawi

Ini merupakan proses pengikisan batuan sekaligus mengubah susunan kimia dari batuan tersebut. Pelapukan ini tidak hanya mengubah tampilan fisik, tetapi juga mengubah komposisi batuan. Pelapukan batuan juga dapat disebabkan oleh proses kimiawi. Pelapukan kimiawi disebabkan oleh reaksi kimia. Air, oksigen, dan karbon dioksida adalah unsur utama penyebab pelapukan kimiawi.

Air hujan mempunyai peran besar dalam melarutkan batuan. Ada beberapa jenis pelapukan kimia, yaitu oksidasi, pelarutan dan karbonasi, hidrasi, serta hidrolisis. Pelapukan kimiawi ini merupakan pelapukan yang sangat efektif terjadi pada batuan di Indonesia dikarenakan curah hujan di Indonesia sangat tinggi.

Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi pelapukan kimiawi:

  • Iklim
  • Komposisi mineral dan struktur batuan
  • Relief
  • Tutupan vegetasi
  • Kegiatan manusia

Pelapukan Biologi

Pelapukan biologi merupakan pelapukan batuan yang disebabkan oleh adanya aktivitas makhluk hidup, baik manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Pelapukan biologi ini juga seringkali disebut dengan pelapukan organis. Pelapukan organik dapat bersifat kimiawi maupun mekanis. Pelapukan biologi bersifat menyempurnakan pelapukan fisika dan juga kimia yang telah terjadi sebelumnya.

Pelapukan yang disebabkan oleh tumbuhan dapat bersifat mekanis dan kimiawi. Pelapukan mekanis berupa penjalaran akar tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak batuan disekitarnya. Pelapukan kimiawi terjadi akibat asam – asam yang dikeluarkan akar tumbuhan ketika mengisap garam mineral. Asam – asam ini bersifat merusak batuan sehingga mendorong pelapukan batuan.

Demikianlah artikel mengenai pelapukan, dimana dari hal ini bisa kita simpulkan bahwa alam mempunyai peran penting dalam kehidupan. Setelah membaca artikel diatas, semoga kita lebih mencintai dan bisa menjaga alam biar tidak rusak. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya.