5 Kerajaan Terbesar dan Terkuat di Dunia Sepanjang Masa

Kerajaan merupakan salah satu bentuk pemerintahan zaman dulu yang berjaya atau mempunyai kekuasaan atas wilayah tertentu sebelum adanya pemerintahan sistem demokrasi, liberal, sekuler dan sistem pemerintahan lainnya. Keadidayaan suatu kerajaan dilihat dari luasnya wilayah, banyaknya penduduk, ekonomi, berapa lama suatu kerajaan itu berdiri dan juga banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti pemerintahannya dan undang-undangnya ataupun juga kebahagiaan penduduknya.

Tak hanya memperluas imperium dan pengaruhnya, beberapa kerajaan tercatat paling mendekati kesuksesan mendominasi dunia. Berikut kerajaan-kerajaan terbesar dan terkuat yang hampir mendominasi dunia pada masa nya.

1. Kekaisaran Mongolia (1206–1368)

Kekaisaran Mongolia termasuk kekaisaran terbesar dalam sejarah dunia, hanya dikalahkan oleh Imperium Britania, menguasai sekitar 33 juta km² pada puncak kejayaannya, dengan perkiraan penduduk sebanyak di atas 100 juta orang dan menjadi yang paling kuat di antara semua kekaisaran abad pertengahan.

Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 sesudah mempersatukan suku-suku Mongolia yang saat itu sering berselisih di antara sesama dan memulai banyak penaklukan di seluruh benua Eurasia yang dimulai dengan penaklukan Dinasti Xia Barat di Cina Utara dan Kerajaan Khawarezmia di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia melakukan pertukaran budaya antara Timur, Barat dan Timur Tengah sekitar abad ke-13 dan 14.

2. Kekaisaran Romawi (27 SM–476/1453 M)

Kekaisaran Romawi adalah periode pasca republik dari peradaban Romawi kuno, dicirikan dengan pemerintahan yang dipimpin oleh Kaisar, dan kepemilikan wilayah kekuasaan yang luas di sekitar Laut Tengah di Eropa, Afrika dan Asia. Republik berusia 500 tahun yang mendahuluinya telah melemah dan tidak stabil akibat serangkaian perang saudara dan konflik politik, ketika Julius Caesar dinobatkan sebagai diktator seumur hidup dan kemudian dibunuh pada tahun 44 SM.

Perang saudara dan pengeksekusian terus berlangsung, yang berpuncak pada kemenangan Oktavianus, putra angkat Caesar, atas Mark Antony dan Cleopatra dalam Pertempuran Actium serta ditaklukkannya Mesir. Setelah peristiwa-peristiwa di atas, kekuasaan Oktavianus menjadi tak tergoyahkan dan pada tahun 27 SM, Senat Romawi secara resmi memberinya kekuasaan penuh dan gelar baru Augustus, yang secara efektif menandai berakhirnya Republik Romawi.

Perluasan wilayah Romawi bermula ketika sistem pemerintahanya berbentuk republik, dan mencapai puncak kejayaannya sewaktu berbentuk kekaisaran, tepatnya Kaisar Trajan. Luas wilayahnya pada waktu itu adalah 6.500.000 km persegi. Karena kerajaan ini berlangsung sangat lama, pengaruhnya dalam bahasa, agama, arsitektur, filosofi, hukum dan sistem pemerintahanya tetap ada sampai sekarang.

3. Imperium Britania (1583-1997)

Imperium Britania dimulai pada akhir abad ke-16 sejalan dengan berkembangnya kekuatan Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan merupakan imperium yang paling luas dalam sejarah dunia serta pada suatu periode tertentu pernah menjadi kekuatan utama di dunia. Pada tahun 1922, Imperium Britania mencakup populasi sekitar 458 juta orang, kurang lebih seperlima populasi dunia pada waktu itu.

Akibatnya, pengaruh Britania, terutama Inggris, melekat kuat di seantero dunia dalam praktik ekonomi, hukum dan sistem pemerintahan, masyarakat, olahraga (seperti kriket dan sepak bola) serta penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Imperium Britania pada suatu masa pernah dijuluki sebagai “kerajaan tempat matahari tak pernah tenggelam”.

4. Kerajaan Ottoman (1299–1923)

Kerajaan Ottoman atau Turki Utsmaniyah adalah sebuah kerajaan yang lahir pada tahun 1453 setelah Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukan Konstantinopel. Pada masa ini pasukan kerajaan yang bernama Janissary sangat ditakuti oleh dunia.

Pasukan ini terkenal karena berhasil menaklukan Konstantinopel yang pada masa itu terkenal tak bisa ditembus. Kerajaan Ottoman mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sulaiman al-Qonuni bin Salim atau terkenal dengan nama Suleiman the Magnificent (Suleiman yang Agung). Kekuasaan Turki pada masa itu melebar sampai negeri tetangga seperti Mesir, Iraq, Syiria dan Palestina. Tidak heran jika ia menjadi salah satu penguasa paling berpengaruh di dunia. Kata-katanya di dengar oleh seluruh penjuru negeri dan kerajaan lainnya.

5. Kerajaan Nabi Sulaiman (930 SM-970 SM)

Nabi Sulaiman adalah seorang raja Bani Israel. Menurut perhitungan ahli kisah atau sejarah, ia berkuasa atau menjadi raja di tanah Kan’an selama 40 tahun, dari tahun 930 SM hingga wafatnya pada tahun 970 SM.

Allah SWT mengangkatnya sebagai nabi dan rasul. Setelah Sulaiman cukup umur dan ayahandanya wafat, Sulaiman diangkat menjadi raja di kerajaan Israil. Ia berkuasa tak hanya atas manusia, namun juga atas binatang dan makhluk halus seperti jin dan lain-lain. Baginda dapat memahami bahasa semua binatang

Istana Nabi Sulaiman sangat indah. Dibangun dengan gotong royong manusia, binatang dan raja jin. Dindingnya terbuat dari batu pualam, tiang dan pintunya dari emas dan tembaga, atapnya dari perak, hiasan dan ukirannya dari mutiara dan intan, berlian, pasir di taman ditaburi mutiara, dan sebagainya. Ia mempunyai kekuasaan yang tidak ada bandingnya, dan ilmu yang tidak dimiliki oleh rasul-rasul sebelumnya.
Pasukan bala tentara Nabi Sulaiman AS terdiri dari raja-raja jin, binatang buas dan juga manusia-manusia paling tangguh saat itu dan diperkirakan mencapai jutaan makhluk.

Nah guys, itulah tadi info mengenai kerajaan-kerajaan terbesar dan terkuat yang hampir mendominasi dunia pada masa nya. Semoga bermanfaat ya guys, terima kasih.