Ini Dia 6 Film Kartun dan Animasi Berbahaya Jika di Tonton Anak Anda

Kartun atau animasi adalah karakter yang lucu, lawak, jenaka diambil daripada perkataan Bahasa Inggris “cartoon”. Agak berbeda dengan komik atau manga, kartun adalah media yang mudah mendapat ransangan karena ia berhasil memikat hati pembaca dan penonton. Karakter dalam kartun bersifat berada diluar logika akal manusia.

Namun siapa sangka, kartun adalah salah satu program yang sangat diminati anak-anak maupun orang dewasa yang ada di Indonesia. Kebanyakan dari mereka dikarena kan tidak suka atau bosan dengan adegan sinetron-sinetron yang ditayangkan hampir di semua stasiun tv swasta di Indonesia sendiri guys, jadi dengan alasan itulah mengapa kartun menjadi alternatif tontonan mereka. Tetapi jangan salah dulu, banyak tayangan kartun di Indonesia yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, illuminati dan juga fenomena LGBT. Penasaran? Cek disini guys!

1. Detective Conan

Dalam versi bahasa Indonesia, Detektif Conan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo yang telah menerbitkan hingga volume 66 sampai dengan Maret 2012. Cerita ini kemudian diadaptasi dalam serial animasi TV yang diproduksi oleh TMS Entertainment dan Yomiuri Telecasting Corporation Jepang dan masih ditayangkan hingga saat ini. Selain serial TV, cerita tentang tokoh detektif ini juga diterbitkan dalam bentuk animasi video asli (OVA), drama TV, spesial TV, film tuturan, permainan video dan berbagai bentuk barang yang berkaitan dengan tokoh Detektif Conan. Namun sekarang tayangan Detective Conan telah dicekal KPI karena kasus-kasus yang terjadi kebanyakan adalah kasus pembunuhan dan kekerasan yang memakai banyak cara dan trik yang kemungkinan dapat dicontoh oleh masyarakat yang menontonya.

2. Sailor Moon

Siapa yang sering nonton kartun ini guys? Kartun yang ngetop tahun 1990-an ini memang banyak memuat unsur LGBT. Baik itu di komik maupun di anime, semuanya ada cerita tentang karakter LGBT. Yang pertama adalah kisah hubungan Sailor Neptunus dan Sailor Uranus, merupakan pasangan lesbian yang sudah tinggal bersama. Paling kontroversial adalah saat karakter utama film ini, yakni Usagi Tsukino (Sailor Moon) yang ditampilkan berciuman dengan Sailor Uranus (sesama jenis). Sedangkan di versi anime, sempat ditampilkan cerita dan gambar hubungan gay yang kentara, yakni antara dua musuh Sailor Moon, Zoisite dan Kunzite.

3. One Piece

One Piece diciptakan oleh Eiichiro Oda. Komiknya dimulai pada 1997 di Shonen Jump terbitan Shueisha dan hingga kini masih terus berlanjut. Versi TV nya dimulai pada Oktober 1999. Di Indonesia manga ini diterbitkan Elex Media Komputindo dan hingga kini telah mencapai jilid ke 60 lebih. Versi TV-nya, yang diproduksi Toei, telah mencapai 500 episode di Jepang. Selain itu, delapan film tuturannya juga telah beredar. Di Indonesia sendiri pernah ditayangkan di RCTI dan kini ditayangkan di Global TV. One Piece sendiri merupakan salah satu kartun dan animasi yang menampilkan unsur pornografi dan unsur kekerasan yang sangat berpengaruh kepada pola pikir anak-anak.

4. Despicable Me

Siapa yang gak kenal atau gak tau dengan karakter Minion dalam film animasi ini? Mungkin hampir semua orang di Indonesia sangat familiar dengan film satu ini. Sebuah film tentang seorang penjahat yang akhirnya menjadi seorang ayah yang baik serta dibantu oleh karakter boneka berwarna kuning yang lucu dan menggemaskan. Namun siapa sangka film ini sangatlah terasa unsur illuminati nya, yaitu organisasi berbahaya yang bertujuan untuk memurtadkan seluruh manusia.

Apakah Anda tidak menyadari bahwa makhluk lucu ini sebenarnya antek-antek penjahat? Mereka patuh dan siap memberikan apapun demi melayani majikannya. Anak-anak akan dibuat terkesan dengan kelucuan karakter Minion, sehingga mereka ingin menjadi Minion serta mengoleksi merchandise Minion. Anak-anak kita digiring menjadi Minion, si kaki tangan yang setia kepada penjahat. Sudah jelas bukan?

5. Spongebob

Banyak yang menggemari film kartun lucu dan konyol ini, termasuk juga di Indonesia. Namun sayangnya film kartun Spongebob sangat memuat unsur-unsur LGBT. Sang kartunis Stephen Hillenburg menyangkal bahwa Spongebob adalah homeseksual dan menyebutnya sebagai aseksual. Karakter aseksual inilah yang menyebabkan tidak ada adegan kemesraan spongebob, kecuali beberapa kali adegan mesra dengan sahabatnya Patrick.

Salah satu nama karakter dalam film Spongebob, yakni Ibu Puff, disebut-sebut merupakan istilah seks oral dan bentuk kasih sayang bagi para gay.

6. Crayon Shinchan

Crayon Shinchan adalah adaptasi manga ciptaan Yoshito Usui yang juga pernah diterbitkan di Indonesia. Anime ini bertema hal-hal pornografi dengan melibatkan anak-anak di bawah umur.

KPI baru-baru ini memperingatkan stasiun TV yang menayangkannya dengan memberi cap sebagai dasar pornografi dan meminta untuk menyensor atau menayangkannya larut malam, seperti dilansir Anime News Network. Beberapa adegan dianggap mengkhawatirkan, seperti saat Shin-chan yang masih TK memperhatikan wanita berpakaian seksi dengan belahan dada terbuka. Hal itu dinilai tak pantas dijadikan tontonan oleh anak-anak.

Walau demikian, anime ini tetap tayang mengikuti aturan versi KPI. Anime ini juga pernah dapat peringatan serupa dari PTA Jepang tahun 2007 setelah diadakan survei yang hasilnya menjadi program nomor 3 teratas yang dinilai para orang tua tak layak tonton untuk anak-anaknya.

Nah guys itulah tadi info tentang film kartun dan animasi yang sangat tidak pantas di tonton karena mengandung unsur-unsur kekerasan, pornografi, illuminati dan juga LGBT. Menurut kamu film kartun kesukaanmu mengandung unsur yang sama guys? Coba lebih teliti lagi ya guys, terima kasih.