“Codex Gigas”, Kitab Suci Dari Iblis Untuk Pemujanya

Kitab Suci adalah gabungan dari dua kata yaitu Kitab dan Suci. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Kitab memiliki arti sebuah buku sedangkan kata Suci memiliki arti (bersih, dalam arti keagamaan yaitu bebas dari dosa, bebas dari noda dan bebas dari kesalahan). Di dalamnya berisi Wahyu Tuhan yang di bukukan, yang memuat ajaran-ajaran tentang seluruh aspek kehidupan bagi seluruh umat beragama.

Setiap agama di dunia memiliki kitab suci sebagai pedoman kehidupan mereka. Dengan berpedoman dengan kitab-kitab tersebut, manusia diharapkan bisa bertingkah laku dengan baik sesuai dengan ajaran agamanya. Tapi, bagaimana jika Iblis ternyata juga punya kitab sendiri? Daripada penasaran, yuk mari kita baca informasi ini lebih lanjut!

Codex Gigas, Kitab Suci Dari Iblis

Codex Gigas atau dalam bahasa Inggrisnya Giant Book adalah manuskrip dari abad pertengahan terbesar di dunia. Codex ini juga dikenal sebagai “Kitab Suci Setan” karena terdapat ilustrasi yang diyakini bergambar setan dan legenda penciptaan setan pada Codex tersebut.

Codex Gigas diperkirakan dibuat pada awal abad ke-13 di Biara Podlažice, Bohemia kini Republik Ceko. Pada manuskrip ini terdapat Kitab Suci Vulgata, dan juga dokumen-dokumen historis yang ditulis dalam bahasa Latin.

  • Kitab Terbesar dan Terberat

Codex Gigas adalah sebuah manuskrip kuno terbesar di dunia dan dipercaya sebagai kitab Iblis. Kitab ini memiliki ketebalan 620 halaman dan berukuran 1 meter. Begitu besarnya kitab ini sampai dikatakan membutuhkan lebih dari 160 kulit binatang untuk membuatnya dan 2 orang untuk mengangkatnya.

Tapi bukan ukurannya yang membuat setiap orang tercengang, melainkan karena isinya yang berkisah seputar Iblis. Disebut sebagai kitab Iblis karena adanya ilustrasi Iblis yang besar di dalamnya dan kisah bagaimana terciptanya dirinya.

Legenda Codex Gigas

Menurut legenda, penulis Codex itu adalah seorang Pendeta yang melanggar aturan Gereja dan dihukum mati dengan cara diikat di dinding dalam posisi berdiri seumur hidup. Pendeta ini memohon ampunan dari penghukuman yang luar biasa kejam itu. Sebagai gantinya, ia berjanji untuk membuat sebuah buku yang akan memuliakan biara dan pengetahuan umat manusia selamanya dan ia berjanji menyelesaikannya hanya dalam satu malam.

Menjelang tengah malam, Pendeta itu menjadi ragu apakah ia dapat menyelesaikannya sendiri. Kemudian ia menjual jiwanya kepada Iblis demi sebuah pertolongan. Iblis kemudian menyelesaikan manuskrip tersebut. Sebagai penghormatan kepada Iblis yang membantunya, Pendeta itu menambahkan gambar Iblis ke dalam Codex tersebut.

Itulah kenapa naskah kuno atau manuskrip atau Codex ini dinamakan Kitab Iblis. Walaupun disebutkan adanya legenda yang melibatkan iblis pada zaman inkuisisi, namun Codex ini tetap disimpan oleh biara dan dipelajari oleh banyak cendikiawan sampai hari ini. Tapi tidak diketahui kapan legenda ini mulai muncul dan diduga kisah pembuatannya tersebut adalah propaganda agama.

  • Isi Codex Yang Misterius

Manuskrip ini tidak hanya berisi tentang kitab perjanjian baru dan lama, tapi juga teks-teks lain yang lebih pendek seperti pengusiran setan, tata bahasa, kalender serta pekerjaan dan obat-obatan. Tapi bukan sekedar ini saja yang membuat kitab ini lebih aneh.

Codex Gigas memiliki satu halaman misterius yang tersimpan jauh di dalam makam. Memenuhi hampir seluruh halamannya adalah gambar raja kegelapan itu sendiri. Berbagai spekulasi muncul tentang bagaimana bisa sesuatu yang sangat tidak suci berada di teks yang paling dianggap suci. Tetapi, sampai sekarang tidak ada yang tahu jawabannya.

  • Disimpan di Perpustakaan Nasional Swedia di Stockholm

Saat ini Codex Gigas tersimpan di Swedish Royal Library di Stockholm. Dibutuhkan tenaga dua pustakawan untuk mengangkat buku tersebut. Buku ini sering juga disebut ‘Alkitab Iblis’ karena adanya sebuah ilustrasi ukuran besar bergambar setan didalamnya.

Pada mulanya, Codex Gigas memiliki 320 lembar naskah. Namun 8 lembar darinya dibuang. Tidak diketahui siapa yang membuang 8 lembar tersebut dan untuk tujuan apa. Ada dugaan 8 lembar yang dibuang kemungkinan berisi aturan-aturan Biara Ordo Benediktus. Berat Codex Gigas hampir mencapai 75 kg. Lembaran yang digunakan untuk menulis Codex ini adalah kulit yang berasal dari 160 ekor anak sapi.

Biara tempat Codex ini dibuat telah dihancurkan pada abad ke-15. Catatan yang ada pada Codex Gigas menunjukkan bahwa pembuatan Codex tersebut adalah sekitar tahun 1229 Masehi. Setelah penulisannya, Codex Gigas ini kemudian dipindahkan ke Biara Cistercians Sedlec dan akhirnya dibeli oleh Biara Benediktus di Byoevnov.

Dari tahun 1477-1593, Codex ini disimpan di perpustakaan di Broumov sampai akhirnya dibawa ke Praha pada tahun 1594 untuk menjadi bagian dari koleksi Rudolf-II. Pada tanggal 24 September 2007, Codex Gigas dibawa kembali ke Praha setelah 359 tahun.

Nah, hingga sekarang tidak ada yang tahu apa arti lukisan yang ada di dalam kitab tersebut loh gaes! Semoga informasi di atas bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.