6 Penemuan Mumi Yang Menghebohkan Dunia

Mumi adalah sebuah mayat yang diawetkan, dikarenakan tubuh mayat tersebut ingin perlindungan dari pembusukan dengan cara alami atau buatan, sehingga bentuk awalnya tetap terjaga. Ini dapat dicapai dengan meletak tubuh tersebut di tempat yang sangat kering atau sangat dingin, atau ketiadaan oksigen juga dengan penggunaan bahan kimiawi.

Mumi paling terkenal adalah mumi yang dibalsam dengan tujuan pengawetan tertentu, terutama dalam Mesir kuno. Orang Mesir kuno percaya bahwa dengan mengawetkan tubuh mereka akan hidup abadi didunia ini.

Proses mumifikasi terjadi pada suhu panas dan kering sehingga tubuh akan terdehidrasi dengan cepat. Mumifikasi terjadi pada 12-14 minggu. Jaringan akan berubah menjadi keras, kering, warna coklat gelap, berkeriput dan tidak membusuk. Tubuh yang dimumifikasi ternyata masih tetap utuh dan awet muda tanpa mengalami kerusakan sedikitpun, meski sudah termakan waktu hingga berabad-abad lamanya. Berikut beberapa penemuan mumi yang sempat menghebohkan dunia.

1. Mumi Biksu Dashi-Dorzho Itigilov

Biksu bernama Dashi-Dorzho Itigilov dari Biara Anninsky Datsan di Buryatia dilahirkan pada tahun 1852 dan sudah mengikuti panggilan Buddha sejak ia masih berusia 16 tahun. Menjelang akhir kehidupannya di dunia biksu dashi memilih untuk melepaskan diri dari keterikatan dunia dengan cara menempuh jalan moksa. Moksa dalam Buddha adalah cara melepaskan atau kebebasan dari ikatan duniawi dan lepas juga dari putaran reinkarnasi atau punarbawa kehidupan dalam.

Mumi biksu berwarna abu tersebut ditemukan di Distrik Songino Khairkhan, Mongolia. Kondisinya nyaris sempurna, hingga sebagian orang yakin, sang biksu masih bernyawa. Sejumlah orang yakin, sang biksu sedang dalam kondisi meditasi mendalam (deep trance). Bukan meninggal dunia.

Para ilmuwan di Mongolia melakukan pemeriksaan forensik terhadap mumi yang terbungkus kulit sapi tersebut. Sejauh ini, para ahli belum menentukan, mengapa tubuh biksu tersebut terawetkan dengan sangat baik. Meski, dinginnya cuaca di Mongolia bisa jadi salah satu faktor.

2. Mumi Gadis Inca La Doncella

Inilah La Doncella (“The Maiden”), mumi tubuh seorang gadis Inca 13 tahun yang ditemukan di permafrost pada tahun 1999. Ia tewas saat ritual pengorbanan diri di Gunung Llullaillaco di Argentina sekitar 500 tahun lalu. Diduga, gadis ini merupakan keturunan orang-orang pertama yang menetap di Amerika 16.000 tahun silam.

Ia menderita penyakit paru-paru, yang di masa itu merupakan suatu vonis kematian. Mungkin para anggota suku bermaksud menghiburnya dengan menjadikannya persembahan untuk dewa, yang merupakan suatu penghormatan besar di mata suku Inca. Gadis tersebut diberikan minuman yang memabukkan sebelum kemudian meninggal dalam tidurnya.

3. Mumi Guanajuato

The Mummies of Guanajuato di Meksico memiliki riwayat yang sedih namun menarik yang bermula pada wabah kolera pada tahun 1833. Di tengah-tengah wabah kolera itu, korban-korban yang meninggal dikuburkan sesegera mungkin supaya mencegah penyebaran penyakit tersebut. Salah satunya ialah Ignacia Aguilar, yang saat itu terjangkit kolera dan keluarga pun sesegera mungkin menguburkannya tanpa mengetahui bahwa dia masih hidup.

Beberapa tahun kemudian, ketika jasadnya dikeluarkan karena keluarganya tidak membayar pajak pemakaman, ia didapati bertelungkup di dalam peti matinya, dengan jidat yang dipenuhi cakaran-cakaran. Mulutnya penuh dengan darah karena menggigiti tangannya sendiri. Jasadnya masih dipajang di museum itu dan mulutnya masih ternganga lebar karena berteriak di dalam peti matinya.

4. Mumi Putri Ukok

Ilmuwan mengatakan, Putri Ukok merupakan penderita kanker payudara pertama di dunia. Putri Ukok merupakan lambang penderitaan sekaligus kecantikan. Sang putri diduga berjuang melawan kanker selama 5 tahun. Kepalanya botak, membuatnya harus mengenakan wig yang dibuat dari bahan ekor kuda. Tubuh putri itu penuh dengan tato. Tampaknya, wanita tersebut merupakan seseorang yang penting di sukunya, karena ia dikuburkan bersama dengan berbagai harta, termasuk beberapa ekor kuda, kotak kosmetik dan ganja.

Dua orang lelaki juga di temukan di dekat makamnya, mungkin dikuburkan dengan tujuan mereka bisa membantu wanita tersebut di alam selanjutnya. Sang mumi yang dijuluki Putri Siberia atau Putri Altai ini diperkirakan berusia sekitar 25 tahun ketika meninggal.

Meski demikian, ilmuwan menduga bahwa bukan penyakit tersebut yang merenggut nyawa Putri Ukok. Ada tanda trauma parah berupa patah tulang. Itu membuat ilmuwan menduga kematian Putri Ukok disebabkan oleh jatuh dari ketinggian.

5. Mumi Firaun Tutankhamen

Tutankhamen hidup lebih dari 3.300 tahun yang lalu selama periode yang dikenal sebagai Kerajaan Baru. Tutankhaten menghabiskan sebagian besar tahun-tahun awal kehidupannya untuk belajar banyak keterampilan, termasuk membaca dan menulis.

Setelah kematian ayahnya, Tutankhaten menjadi raja muda pada usia sembilan tahun. Dia menikah dengan salah satu saudari tirinya. Segera setelah memerintah namanya diubah menjadi Tutankhamen yang menunjukkan kembali hidupnya penyembahan terhadap Amun. Pada masa pemerintahannya, kuil-kuil Amun dipulihkan kembali. Setelah sembilan tahun memerintah atau pada tahun 1327 SM, Tutankhamen meninggal secara misterius.

Hasil autopsi kedokteran menunjukkan Tutankhamen mungkin meninggal akibat pukulan keras ke bagian belakang kepalanya. Dan, setelah meninggal ia di mumifikasikan dengan cara yang rumit dan juga aneh. Mengapa aneh? Saat makamnya ditemukan tahun 1922 oleh tim yang dipimpin Howard Carter, sejumlah keanehan ditemukan dalam mumi sang firaun. Salah satunya, alat kelaminnya yang berdiri tegak tak mau turun.

6. Mumi Ramses II

Ramses II adalah Firaun ke-3 dari dinasti ke-19 yang memerintah selama 66 tahun mulai dari 1279-1213 SM. Selama memerintah Mesir di masa lalu, Ramses II dikenal sangat keji. Bahkan dia bisa melakukan apa saja termasuk memperbudak bangsa Bani Israil dengan cara yang sangat mengerikan.

Dibandingkan dengan Firaun yang lain, Ramses II memerintah dalam jangka waktu yang lama. Untuk lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat, Ramses mengadakan sebuah tradisi bernama Festival Sed. Festival ini dilakukan untuk mengubah seorang Firaun menjadi dewa atau pun Tuhan. Syarat utama dari seorang Firaun dianggap sebagai Tuhan adalah harus memerintah lebih dari 30 tahun.

Dalam kepercayan umat Muslim, Ramses II merupakan Firaun yang di ceritakan dalam Al-Qur’an karena hanya dialah Firaun yang mengaku sebagai tuhan di masa itu.

Nah guys, mungkin sulit untuk membayangkan bahwa mumi-mumi tersebut dahulu merupakan seseorang yang hidup, berbicara dan seperti diri kita sendiri saat ini. Lebih menakjubkan lagi, fakta menemukan bahwa kisah hidup mereka dapat terungkap ribuan tahun setelah kematian mereka karena suatu kebetulan, seakan-akan alam telah memilih mereka untuk menceritakan kisah hidupnya kepada kita. Luar biasa, bukan?