Yulin, Festival Kejam Bunuh Dan Makan Anjing Di Tiongkok

Festival Daging Anjing dan Leci, yang umumnya disebut sebagai Festival Daging Anjing Yulin adalah sebuah perayaan tahunan yang diadakan di Yulin, Guangxi, China, saat titik balik musim panas dimana para peserta di festival tersebut memakan daging anjing dan leci. Festival tersebut berlangsung selama sepuluh hari dimana sekitar 10.000–15.000 anjing dimakan saat perayaan tersebut. Kegiatan festival ini dipercaya masyarakat setempat dapat menghalau hawa panas saat musim panas berlangsung.

Menurut sumber lain, kepercayaan mereka (warga Yulin), daging para hewan yang tak bersalah tersebut jika dihidangkan dengan leci dan minuman beralkohol dapat memberikan keberuntungan bagi siapa yang mengkonsumsinya. Sebenarnya apa itu festival Yulin? Daripada penasaran, ini dia beberapa fakta yang perlu kita ketahui soal festival daging anjing Yulin.

1. Asal Muasal Festival Yulin di China

Festival Yulin dilaksanakan di kota Yulin, Provinsi Guangxi, China. Setiap tahun akan ada sekitar 10.000 anjing yang akan dibunuh di hari yang sama untuk dikonsumsi. Festival ini telah menjadi suatu tradisi tahunan yang tidak bisa dipisahan dari masyarakat Yulin.

Meski begitu, membunuh hewan dengan cara kejam adalah tindakan yang tidak manusiawi. Festival Yulin dilaksanakan bertepatan dengan datangnya musim panas Solstice. Yaitu suatu fenomena matahari yang terjadi dua kali dalam setahun.

Kejadian ini mengakibatkan matahari sangat condong ke belahan bumi utara atau selatan. Daerah yang terkena efek ini akan mengalami musim panas yang sangat dahsyat, seperti yang terjadi di China. Mitos di Yulin menyebutkan jika seseorang tidak memakan daging anjing maka bencana buruk akan datang. Dengan memakan daging anjing maka tubuh tidak akan merasa kepanasan. Hal inilah yang menyebabkan festival Yulin muncul dan berkembang menjadi acara tahunan yang sangat besar.

2. Hewan Yang Dibunuh Hidup-hidup Bukan Anjing Saja

Sebagian besar hewan yang dibunuh dalam festival itu bukanlah anjing saja, karena kucing juga jadi sasaran mereka. Yang lebih mengejutkan lagi, hewan-hewan itu adalah hasil curian dari pemilik mereka. Hewan-hewan tersebut ditemukan masih mengenakan kalung leher atau tanda pengenal lain.

Mereka dijebloskan ke kandang yang sangat kecil dan terhimpit-himpit. Saking kecilnya, untuk sekedar berdiri atau membalikkan badanpun tidak bisa. Proses pembantaian termasuk dipukul, digorok, bahkan membakar atau merebus anjing dan kucing hidup-hidup dan tentunya dalam kondisi sangat kotor dan jorok.

3. Makan Anjing Legal di Tiongkok

Merujuk laporan Xinhua (h/t BBC), mengonsumsi anjing sudah menjadi tradisi di Tiongkok dan sejumah negara Asia Timur lainnya, sejak 400 – 500 tahun yang lalu. Mengonsumsi daging anjing konon bisa membantu manusia menghadapi udara panas, terutama di musim panas.

Tiongkok sendiri tidak melarang warganya mengkonsumsi daging anjing. Negara ini hanya memberikan peringatan kepada penjual untuk menyediakan daging yang sehat.

Karena di daerah Yulin banyak sekali warga yang terkena rabies atau penyakit anjing gila, sementara banyak orang China yang punya kebiasaan makan daging anjing sebagai budaya. Di Tiongkok jual beli daging anjing adalah perkara biasa. Dalam setahun diperkirakan sekitar 10 juta anjing dibunuh untuk memenuhi permintaan warga Tiongkok.

4. Mendapat Kecaman Internasional

Festival ini sangat ditentang oleh banyak orang di seluruh dunia. Bahkan ada sekitar 3,8 juta orang telah menandatangani petisi yang ditujukan kepada Gubernur Guangxi China dan Walikota Yulin.

Publik dunia menganggap festival ini sangat mengerikan dan dianggap tak pantas diadakan. Terlebih menyiksa dan merebus hidup-hidup hewan lalu memakannya.

Terkhusus festival daging anjing di Yulin, argumen penolakan bisa dilihat di Stop Yulin Forever, situs kampanye melawan festival itu. Antara lain soal kesehatan anjing, serta cara menyiksa dan menyembelih yang tercela.

Merujuk situs itu, anjing-anjing yang dijagal, ternyata tak hanya dari Yulin. Anjing juga didatangkan dari daerah-daerah lain. Hewan-hewan itu mesti menempuh perjalanan hingga ratusan kilometer, berdesakan di dalam kandang, kekurangan makanan dan minuman.

Protes keras ternyata juga berlangsung dari beberapa artis ternama China dan Internasional termasuk Leona Lewis dan Richard Marx. Mereka menganggap hal ini tradisi konyol. Namun, tidak banyak orang yang mampu menyelamatkan anjing-anjing tak berdosa itu dari air mendidih dan semburan api panas.

5. Risiko Kesehatan

Festival ini juga meningkatkan risiko tentang kesehatan publik karena praktenya tidak higienis dan jauh dari kata “sehat”. Daerah Yulin juga memiliki tingkat kasus rabies pada manusia yang tinggi. Tercatat ada 338 kasus antara 2002 dan 2006.

Dengan risiko yang sangat tinggi, banyak lapisan masyarakat yang memprotes Yulin Dog Eating Festival yang diadakan setiap tahun ini.

Nah walaupun hewan, anjing dan kucing juga memiliki perasaan dan rasa sakit. Membunuh anjing dengan menyiksa bahkan memakannya adalah tindakan kejam dan tidak manusiawi. Sayangilah anjing atau hewan apa saja dan mari menjadi manusia yang tidak kehilangan akal serta nurani.