Yuk Lihat Hukuman Mati Terkejam di Dunia

Hukuman mati masih jadi perbincangan hangat di semua kalangan sampai saat ini, dikarenakan banyak yang mengatakan sangat bertentangan dengan HAM. Hukuman mati merupakan suatu hukuman atau vonis yang dijatuhkan pengadilan sebagai bentuk hukuman terberat yang dijatuhkan kepada seseorang akibat dari perbuatan nya. Hukuman mati tidak hanya ada di zaman modern, justru di zaman dulu hukuman mati lebih kejam dan tidak berperikemanusiaan. Berikut beberapa ulasan tentang hukuman mati tersadis di dunia.

1. Direbus di kuali

Dalam eksekusi mati dengan cara direbus, tahanan ditelanjangi dan kemudian dilemparkan ke dalam kuali besar penuh dengan air mendidih, atau cairan dingin yang kemudian dipanaskan sampai titik didih. Kadang-kadang, algojo menaikkan dan menurunkan korban ke kuali menggunakan tali. Hukuman mati ini pertama kali di lakukan oleh kekaisaran China.

Cairan yang digunakan bisa berupa air, minyak, tar, asam, lilin, anggur atau bahkan timah cair. Meskipun tidak biasa seperti kebanyakan metode eksekusi, di masa lalu, merebus sampai mati telah dipraktikkan di banyak negara Eropa dan Asia.

2. Garrote (alat pencekik)

Cara eksekusi ini sudah tidak ada lagi di dunia, Garrote adalah alat pencekik manusia yang mengakibatkan kematian. Pertama kali di terapkan oleh negara Spanyol pada abad pertengahan. Garrote juga bisa mematahkan leher tahanan dengan sekejap. Terdakwa bakal diletakkan di atas kursi dan dicekik oleh algojo dengan Garrote yang memutar sehingga menyebabkan alat itu semakin ketat dan akhirnya mematahkan leher terdakwa.

3. Necklacing

Hukuman mati tersadis selanjutnya adalah Necklacing. Hukuman mati ini sangat populer di kawasan Afrika Selatan selama beberapa tahun belakangan ini.

Cara praktiknya adalah dengan mengikatkan tubuh seseorang pada ban karet yang sudah disiram dengan bensin. Ban karet kemudian di bakar, dan tubuh si terdakwa akan meleleh terbakar sehingga menyebabkan kematian yang sangat sadis.

4. Digergaji

Menggergaji tahanan menjadi dua bagian tubuh adalah metode eksekusi yang sangat kejam, pertama kali di praktik kan di Eropa abad pertengahan. Selama proses tersebut, penjahat akan digantung terbalik dari sebuah pohon atau tiang gantungan, dan gergaji besar kemudian digunakan untuk memotong tubuhnya menjadi dua bagian, dimulai dengan selangkangan, sampai ke dada dan kepala.

Karena korban digantung terbalik, otak itu menerima aliran darah yang cukup untuk menjaga mereka hidup dan sadar sampai gergaji akhirnya mencapai arteri utama dalam perut. Dalam kasus besar, eksekusi bisa berlangsung beberapa jam.

5. Dipancung

Hukuman mati ini masih digunakan di Arab Saudi, pelaku biasanya merupakan sesorang dengan kriminal yang cukup besar seperti pembunuhan, koruptor dan sebagainya. Cara praktiknya ialah dengan memenggal kepala menggunakan pedang yang ditebaskan secara langsung ke leher tahanan atau bisa menggunakan alat pancung. Banyak TKI yang pernah menerima hukum penggal atau pancung di Arab Saudi.

6. Dimutilasi menjadi empat bagian

Inggris di abad pertengahan menerapkan hukuman mati paling sadis sejagat raya. Mereka yang menjadi pengkhianat negara akan menghadapi tiang gantung dengan batu besar dililitkan pada kaki, serta dimutilasi di tengah masyarakat.

Bukan hanya itu. Isi perut terdakwa di keluarkan, alat vitalnya dikebiri, lalu tubuh dipotong empat bagian dan ditaruh di berbagai keramaian pusat kota untuk memberi pelajaran bagi mereka yang punya niat memberontak. Hukuman itu berlaku untuk laki-laki, sementara perempuan diseret ke tempat yang sama dan dibakar hidup-hidup.

7. Mengeluarkan isi perut

Mengeluarkan isi perut merupakan hukuman mati yang pernah diterapkan di Jepang. Mereka yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan harus memilih, melakukan itu sendiri atau meminta bantuan orang lain. Jantung dan paru-paru merupakan organ terakhir yang tidak perlu dikeluarkan. Hal ini untuk menjaga arwah mereka yang mati tidak penasaran.

8. Scaphism

Proses kematian pelaku pada penerapan hukuman mati ini terbilang kejam dan berlangsung lama. Pelaku akan mengalami penderitaan dan siksaan secara perlahan-lahan hingga dia mati. Pelaku yang dibaringkan dan diikat diatas sebuah kayu dipaksa minum susu dan madu sampai tidak sanggup lagi untuk diminumnya. Kemudian sisa-sisa susu dan madu tersebut dilumuri keseluruh tubuh sang pelaku sehingga mengundang berbagai spesies serangga untuk berkembang biak pada tubuh pelaku tersebut. Tubuh pelaku yang tewas dibiarkan saja sampai membusuk.

9. Dra-Wing dan Quartering

Proses hukuman mati Dra-Wing and Quartering dilakukan dengan cara menempatkan terpidana di tiang gantungan, kemudian sesaat sebelum tewas, tubuh terpidana akan di disembowelment (mengeluarkan isi perut), kemudian dikebiri. Selanjutnya perut terpidana akan dibakar, setelah terpidana meninggal, tubuhnya akan dipisahkan menjadi 4 hingga 5 bagian. Biasanya bagian kepalanya akan dipajang di kota sebagai bentuk peringatan kepada orang-orang.

10. Lingchi

Hukuman mati ini berasal dari Cina, ini merupakan salah satu metode eksekusi yang paling brutal yang pernah ada di dunia. Hukuman ini hanya diperuntukkan bagi kejahatan seperti pengkhianatan dan pembunuhan saudara. Proses nya adalah dengan cara bertahap menyayat bagian-bagian dari tubuhnya selama jangka waktu yang lama.

Pelaku diikat di kayu, biasanya proses dilakukan di muka umum kemudian daging yang ada di tubuhnya diiris sedikit demi sedikit, pada awalnya hanya dari payudara terdakwa. Perlahan anggota tubuhnya secara bertahap diamputasi, diikuti oleh telinga, hidung dan alat kelamin. Setelah 10-20 menit, korban dipenggal atau ditikam ke jantung. Selama eksekusi, opium biasanya diberikan sebagai tanda belas kasihan.

Nah, begitulah tadi beberapa hukuman mati tersadis yang pernah dilakukan di berbagai negara. Sekejam-kejam nya hukuman di dunia lebih pedih lagi hukuman di akhirat. Bener gak guys?