Sejarah Dan Perkembangan Kawat “Behel” Gigi

Kawat gigi atau sering disebut ‘behel’ merupakan aksesoris yang paling sering digunakan oleh kalangan masyarkat, khusunya Inonesia.

Tapi tahukah kamu kalau behel sendiri sudah ada sejak zaman purba? Bahkan fenomena alat bantu gigi ini sudah dikenal di dalam kebudayaan manusia sejak 2000 atau 3000 tahun sebelum Masehi. Daripada kamu bertanya-tanya, mari kita simak asal usul dari behel!

Sejarah Awal

Menurut AAO (American Association of Orthodontists), arkeolog telah menemukan mumi dengan kawat metal mentah yang melilit gigi masing-masing mumi tersebut.

Untuk menutup celah pada gigi, mereka sengaja membuat kawat dengan bahan metal dan di ikat dengan menggunakan cincin yang memiliki fungsi untuk menjaga agar gigi-gigi tetap di tempatnya. Kemudian, pada 400-500 SM, Hippocrates dan Aristoteles memikirkan cara praktis untuk memperbaiki susunan gigi yang bentuknya kurang baik.

Sementara itu, di sebuah makam Romawi di Mesir, seorang peneliti menemukan sejumlah gigi yang terikat dengan kawat emas yang merupakan kawat ligatur pertama di dunia! Seorang filosofer dan ahli fisika bernama Aulus Cornelius Celsus adalah orang pertama yang berhasil mencatat perawatan gigi dengan metode tekanan jari. Namun, sayangnya karena kurang bukti dan teknologi yang masih primitif, riset mengenai kawat gigi pada masa itu kurang diketahui.

Terobosan Penting Perkembangan Behel

Sebelum George Washington mengenakan gigi kayu yang terkenal, dokter gigi pada zaman itu sudah memikirkan metode meluruskan gigi. Pada tahun 1728, dokter gigi asal Perancis Pierre Fauchard merilis sebuah buku berjudul “The Surgeon Dentist”dengan keseluruhan bab tentang cara meluruskan gigi.

Fauchard menggunakan alat yang disebut “Bandeau” yaitu sepotong logam berbentuk korset untuk membantu meluruskan gigi yang tidak rata. Dokter Gigi Prancis Ettienne Bourdet mengikuti Fauchard pada tahun 1757 dengan bukunya “The Dentist’s Art” yang juga berisi tentang cara merapatkan gigi.

Bourdet adalah dokter gigi Raja Prancis. Dia selanjutnya menyempurnakan teori Bandeau, dan ia juga merupakan dokter gigi pertama yang merekomendasikan ekstraksi gigi premolar untuk mengurangi kepadatan. Ia juga yang pertama secara ilmiah membuktikan pertumbuhan rahang pada manusia.

Ahli bedah Skotlandia John Hunter menulis buku “The Natural History of the Human Teeth” pada tahun 1771 yang dengan jelas menggambarkan anatomi gigi. Hunter menciptakan istilah bicuspids, cuspids gigi seri dan geraham.

Buku keduanya, “A Practical Treatise on the Diseases of Teeth” menggambarkan patologi gigi. Meski meluruskan gigi dan ekstraksi untuk memperbaiki keselarasan gigi yang tersisa telah dipraktekkan sejak awal, orthodonsi sebagai sains sendiri tidak benar-benar ada sampai pertengahan 1800-an.

Pada tahun 1819 Delabarre memperkenalkan kawat gigi, yang menandai lahirnya ortodonsi kontemporer. Istilah orthodontia diciptakan oleh Joachim Lafoulon pada tahun 1841. Elastis gusi pertama kali dibuat oleh Maynard pada tahun 1843.

Tucker adalah orang pertama yang memotong karet gelang dari pipa karet pada tahun 1850. Dan pada akhir 1800-an, Eugene Solomon Talbot adalah orang pertama yang menggunakan Sinar-X untuk diagnosis ortodontik. Tapi semua ini tidak seberapa dibandingkan dengan kemajuan di bidang orthodonsi di abad ke-20.

Bapak Orthodontic

Sejarawan mengklaim bahwa beberapa pria di atas pantas mendapatkan gelar yang disebut “Bapa Orthodontik”. Fauchard tentu saja orang pertama yang berhasil merilis buku tentang cara meluruskan gigi. Pada tahun 1858 Norman W. Kingsley, seorang dokter gigi, penulis, seniman, dan pematung menulis artikel pertama tentang orthodonsi dan pada tahun 1880, bukunya “Treatise on Oral Deformities” diterbitkan.

Pria kedua yang pantas mendapat pujian adalah seorang dokter gigi bernama J.N.Farrar yang menulis dua jilid buku berjudul “A Treatise on the Irregularities of the Teeth and Their Corrections”. Farrar sangat pandai mendesain peralatan penjepit gigi dan dia orang pertama yang menyarankan penggunaan kekuatan pada interval waktu untuk memindahkan gigi.

Di Amerika pada awal 1900-an, Edward H. Angle merancang sistem klasifikasi sederhana untuk maloklusi, yang masih digunakan sampai sekarang (Kelas I, Kelas II dan sebagainya). Sistem klasifikasi-nya adalah cara bagi dokter gigi untuk menggambarkan bagaimana gigi bengkok dan bagaimana gigi bisa disatukan.

Inovasi lain di bidang orthodonsi di akhir 1800-an dan awal 1900-an adalah buku teks pertama tentang ortodonsi bagi siswa, yang diterbitkan oleh J.J. Guilford pada tahun 1889, dan penggunaan karet elastis, dipelopori oleh Calvin S. Case (beberapa ilmuwan percaya bahwa itu adalah H. A. Baker).

Kemajuan di tahun 1970-an Hingga Saat Ini

Kawat gigi terus menjadi trend sampai pertengahan tahun 1970-an. Mengapa butuh waktu lama bagi dokter gigi untuk menciptakan kawat gigi modern? Pada 1970-an, Earl Bergersen menciptakan peralatan Ortho-Tain pasif, yang memandu pertumbuhan rahang dan membantu memperbaiki masalah ortodontik dan maloklusi pada anak-anak dan orang dewasa.

Peranti Ortho-Tain terlihat seperti mouthguard plastik biasa, dan biasanya dipakai di malam hari, atau hanya beberapa jam setiap hari. Dalam banyak kasus, orang telah mampu memperbaiki banyak jenis masalah ortodontik dengan peralatan custom yang dapat dilepas ini.

Sekitar tahun 1975, dua ahli ortodontik yang bekerja secara independen di Jepang dan Amerika Serikat mulai mengembangkan sistem mereka sendiri untuk menempatkan kawat gigi pada permukaan gigi. “Kawat tak terlihat” ini menawarkan kepada orang-orang kawat yang tembus pandang, jadi tidak ada orang lain yang bisa melihatnya.

Dibutuhkan pelatihan khusus untuk merawat pasien dengan kawat gigi lingual, dan banyak ahli ortodontik Amerika di tahun 1970-an dan 1980-an enggan menggunakan metode ini namun para ahli ortodontik di negara lain sangat menyukai penemuan ini dan terus melakukan kemajuan dengan teknik baru. Baru-baru ini, kawat gigi lingual menjadi lebih populer karena teknologi membuat mereka lebih nyaman. Salah satu contohnya adalah iBraces, sebuah perusahaan yang merancang kawat gigi dengan bantuan komputer.

Kini, perkembangan gigi kawat telah banyak digunakan orang-orang di dunia. Fungsinya pun bukan lagi untuk memperbaiki masalah pada gigi. Tetapi, orang malah memilih menggunakan gigi kawat untuk kebutuhan fashion mereka. Kalangan remaja terutama remaja putri kini banyak kita temukan menyukai pemakaian gigi kawat tersebut. Harga pemasangan gigi kawat pun bukan lah harga yang murah. Karena ingin mengikuti perkembangan zaman, orang memilih cara ini agar bisa tampil trendy.

Berbagai jenis bahan behel atau gigi kawat pun banyak kita temukan di pasaran. Pada umumnya terbuat dari logam atau metal. Ini yang paling banyak digunakan orang. Kualitas logam behel buatan Amerika diyakini saat ini sebagai behel logam terbaik yang juga banyak dipakai orang. Banyak juga model dan bahan lainnya. Semua itu disesuaikan dengan kebutuhan para penggunanya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.