Menyingkap Fakta Rokok Vs Vape, Mana Yang Lebih Berbahaya?

Rokok eletrik atau lebih populer dengan kata ‘vape’ sering dipandang sebagai alternatif aman untuk merokok. Saat ini, vape berkembang pesat di kalangan masyarakat padahal produk ini termasuk baru di Indonesia. Namun dibalik ketenarannya, banyak orang yang belum mengetahui bahaya dari vaporizer atau rokok elektrik.

Di sini, kita akan membandingkan beberapa bahaya dari dua kebiasaan vape dan rokok untuk membantu orang lebih memahami di mana perbedaannya dan mana yang lebih aman. Yuk, mari kita simak!

Dampak Buruk Bagi Kesehatan

Rokok

Diperkirakan, sebanyak 20% kematian akibat penyakit jantung terkait langsung dengan kebiasaan merokok. Asap rokok tembakau mengandung ribuan bahan kimia berbahaya, setidaknya 70% di antaranya telah terbukti sebagai penyebab kanker.

Ketika bahan kimia ini masuk ke dalam tubuh Anda, hal itu sangat mempengaruhi setiap organ yang ada dalam tubuh, bahkan bahan kimia ini bisa menyebar walaupun tidak singgah ke organ tubuh tersebut.

Ini adalah fakta yang nyata bahwa merokok dapat menyebabkan segala macam penyakit, mulai dari yang ringan seperti batuk hingga penyakit mematikan seperti kanker paru-paru hingga serangan jantung. Sebenarnya, merokok merupakan penyebab kematian terbesar yang dapat dihindari di seluruh dunia.

Menurut Cancer.org, merokok membunuh sekitar enam juta orang di seluruh dunia setiap tahun, dengan setidaknya 30% kematian disebabkan oleh kanker dan penyakit mematikan lainnya akibat merokok.

Vaporizer

Beberapa orang mengklaim ada beberapa risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan vape, bahaya terbesar yang dapat dibuktikan rokok elektrik ini adalah ketergantungan, karena kebanyakan cairan mengandung nikotin. Namun sejauh ini, tidak ada penelitian ilmiah yang memberikan bukti kuat bahwa vape dapat menimbulkan penyakit yang mengancam jiwa seperti rokok.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari University College London’s Health Behavior Research Center di Inggris, mengemukakan bahwa rokok elektrik mampu membantu perokok untuk berhenti merokok.

Menurut studi yang dipublikasikan itu, sekitar 60 persen orang yang ingin berhenti merokok diprediksi akan melancarkan upayanya jika mereka beralih menggunakan rokok elektrik ketimbang metode tempelan nikotin atau permen karet nikotin.

Meski lebih murah, Anda harus tetap hati-hati dengan rokok elektrik karena status keamanannya terutama untuk jangka panjang masih belum diketahui. World Health Organization (WHO) pun telah menganjurkan produsen rokok elektrik untuk tidak mengklaim produknya sebagai alat bantu berhenti merokok sampai ada bukti ilmiah kuat yang mendukung hal tersebut.

Apakah Vape Lebih Aman Daripada Rokok?

British Heart Foundation, sebuah studi di Environmental Science & Technology tahun 2016 menyatakan bahwa vape tidaklah benar-benar aman. Dalam pemakaian vape masih terdapat zat karsinogen meski jauh lebih sedikit dibanding dengan rokok.

Public Health England mengatakan bahwa vape 95 persen lebih aman daripada rokok. Terdapat beberapa pendapat tentang pemakaian vape sendiri. Ada yang mengatakan bahwa vape lebih aman daripada rokok, tetapi tak sedikit pula yang mengatakan bahwa vape buruk bagi kesehatan.

Sementara dilansir dari wallethub.com, menurut Damaris J. Rohsenow (Associate Director of the Center for Alcohol and Addiction Studies, Brown University School of Public Health), vape memiliki zat propylene glycol dan zat kimia lainnya dalam jumlah yang sedikit.

Tetapi penggunaan vape mengurangi zat karbon monoksida yang dihasilkan dari rokok biasa. Meski vape lebih aman, tidak dianjurkan bagi non-perokok untuk mencoba vape. Sedangkan perokok jauh lebih baik berganti menggunakan vape daripada rokok biasa.

Perbandingan Rokok dan Vape

Kesehatan dan Keselamatan

Rokok memang masih lebih berbahaya dari vape, namun vape juga belum aman. Banyak vaporizers menggunakan cairan yang dikenal sebagai e-liquid atau e-juice yang mengandung nikotin, namun tidak dalam jumlah yang tinggi. Dalam paru-paru perokok, terdapat noda atau bercak hitam yang diakibatkan pada oleh racun yang masuk dan menempel pada bagian paru tersebut.

Sedangkan rokok elektrik adalah sebuah inhaler (alat hirup) berbasis baterai yang memberikan nikotin, yang disebut oleh WHO sebagai sistem pengiriman elektronik nikotin. Rokok elektrik ini menggunakan listrik dari tenaga baterai untuk memberikan nikotin dalam bentuk uap sehingga dikenal dengan sebutan Electronic Nicotine Delivery System (ENDS). Dalam penggunaan jangka panjang, rokok elektrik bisa menyebabkan bahaya bagi kesehatan, antara lain terjadinya adiksi.

Status Resmi

Di sinilah perdebatan di antara keduanya benar-benar memanas. Rokok pertama kali dilarang di maskapai penerbangan, lalu di gedung-gedung pemerintah dan kemudian di hampir setiap tempat umum. Beberapa negara menerapkan aturan tersendiri tentang rokok, namun sebagian besar, beberapa negara membuat wilayah atau lokasi sendiri untuk para perokok.

Sedangkan vape sedikit lebih di toleransi. Umumnya, pengguna vape mengklaim bahwa uap bekas vape tidak berbahaya seperti asap rokok, namun penelitian ilmiah di balik klaim tersebut tidak meyakinkan. Masyarakat sering menganggap asap vape sama saja dengan asap rokok.

Biaya

Bila kita membandingkan rokok vs vape dalam bentuk uang tunai yang harus Anda keluarkan, vape jelas lebih hemat. Meskipun vape harganya mahal, namun setelah itu yang perlu Anda beli adalah cairan liquid dan hampir semua cairan liquid menghasilkan biaya lebih murah serta tahan lama. Sedangkan untuk rokok, anggap saja Anda merokok sebungkus sehari, Anda pasti sudah membayangkan berapa biaya untuk membeli rokok per-bulannya. Jadi, dalam jangka panjang, Anda akan menghemat banyak uang dengan beralih ke vape.

Kesimpulan

Rokok elektrik adalah pemenang yang jelas, hampir di setiap aspek. Kita harus menunggu beberapa tahun lagi untuk mengetahui efek jangka panjang sebenarnya dari vape, tapi sekarang tampaknya vaporizer berpotensi menjadi alternatif yang lebih aman daripada rokok.

Namun, saat Anda ingin nge-vape, pastikan Anda tidak melanggar undang-undang atau mengganggu orang lain. Apalagi kebanyakan cairan liquid mengandung beberapa persentase nikotin, yang bisa berbahaya jika tertelan. Karena itu, jagalah selalu perlengkapan vape Anda dan hindari vape dari hewan peliharaan dan anak-anak.

Nah, dari informasi di atas bagaimana tanggapanmu? Jika kamu perokok, segeralah beralih ke vape dan jauh lebih baik untuk tidak merokok. Semoga artikel diatas bermanfaat dan terima kasih.