Yuk Lihat 6 Nama Teroris Paling Fenomenal di Indonesia

Terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang ada di dunia ini. Aksi terorisme adalah ajaran sesat yang melanggar Hak Asasi Manusia. Kepolisian Republik Indonesia melalui Detasemen Khusus Antiteror 88 telah berhasil meringkus ratusan pelaku teror di tanah air. Sejumlah gembong aksi terorisme di tanah air pun telah dilumpuhkan. Di antara mereka ada yang mendekam di tahanan, meninggal di lokasi penggrebekan, dan dieksekusi hukuman mati. Namun, masih banyak gembong teroris Indonesia yang saat ini menjadi buronan Densus 88 dan juga buronan Internasional. Berikut daftar gembong teroris Indonesia yang paling fenomenal dan juga menjadi buronan, baca ya guys!

1. Dulmatin

Djoko Pitono atau Dulmatin lahir di Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, 6 Juni 1970 merupakan gembong terorisme yang paling dicari Kepolisian Indonesia karena terlibat beberapa aksi teror seperti kasus Bom Bali I pada tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang. Keterlibatannya dalam kegiatan terorisme terjadi setelah ia berhubungan dengan Abu Bakar Baasyir dan kemudian berkenalan dengan Imam Samudra serta tokoh-tokoh Jamaah Islamiyah lainnya. Dulmatin adalah orang yang merencanakan pelaksanaan pengeboman dua diskotik di Kuta, Bali pada tahun 2002. Setelah itu ia menjadi incaran polisi. Ia dikabarkan pernah terlibat dalam kegiatan terorisme di Pulau Mindanao, Filipina. Dulmatin ditembak dalam penggerebekan di Warnet Multiplus di Ruko Pamulang, Tangerang, Selasa 9 Maret 2010 dan tewas di usia 39 tahun. Dulmatin terpaksa ditembak karena melawan dengan senjata revolver.

2. Umar Patek

Umar Patek lahir tahun 1970 merupakan seorang anggota Jemaah Islamiyah yang paling dicari oleh pemerintah Amerika Serikat, Australia, Filipina dan Indonesia karena keterlibatannya dalam serangkaian aksi terorisme. Amerika bahkan pernah menjanjikan hadiah sebesar 1 juta dolar AS kepada siapa saja yang bisa menangkapnya atau memberikan informasi keberadaan nya saat itu. Umar Patek merupakan dalang dibalik bom natal yang terjadi pada desember tahun 2000. Umar Patek ditangkap di Kota Abbottabad, Pakistan pada 25 Januari 2011. Beberapa bulan setelah ditangkap di Pakistan, lalu Umar Patek dipulangkan ke Indonesia untuk menjalani persidangan. Pada 21 Juni 2012 pengadilan Indonesia menghukum Patek 20 tahun penjara karena pembunuhan dan juga aksi teror yang dilakukannya.

3. Amrozi

Amrozi bin Nurhasyim biasa dipanggil Amrozi lahir di Lamongan, 5 Juli 1962 adalah seorang terpidana yang dihukum mati karena menjadi penggerak utama dalam Peristiwa Bom Bali 2002. Amrozi disebut-sebut termotivasi ideologi Islam radikal dan anti-Barat yang didukung oleh organisasi Jemaah Islamiyah. Pada 7 Agustus 2003, ia dinyatakan oleh pengadilan Indonesia bersalah atas tuduhan keterlibatan dalam peristiwa pengeboman tersebut dan divonis hukuman mati. Namun undang-undang yang digunakan untuk memvonisnya ternyata kemudian dinyatakan tidak berlaku oleh Mahkamah Agung pada Juli 2004. Awalnya dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan di Denpasar, ia lalu dipindahkan ke LP Nusakambangan pada 11 Oktober 2005 bersama dengan Imam Samudra dan Mukhlas, dua pelaku Bom Bali lainnya. Akhirnya Amrozi dihukum mati pada hari Minggu, 9 November 2008 dini hari WIB.

4. Nordin M. Top

Noordin Mohammad Top lahir di Kluang, Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968 merupakan teroris yang bertanggung jawab atas rentetan aksi teror yang ada di Indonesia pada tahun 2000-an. Noordin, yang berlatar pendidikan akuntansi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan pernah mengajar di sekolah, bersama dengan Dr. Azahari menjadi murid dari Abu Bakar Baasyir, tokoh organisasi Majelis Mujahidin Indonesia dan pendiri Pondok Pesantren Al Mu’min, sewaktu Baasyir berada dalam pelarian di Malaysia. Ia pernah tergabung dalam gerakan bawah tanah Jemaah Islamiyah (JI), suatu organisasi yang digolongkan teroris oleh PBB yang bercita-cita mendirikan negara berdasarkan Islam (daulat Islamiyah) di Asia Tenggara. Nordin M Top merupakan buronan nomor 3 paling dicari di dunia pada tahun 2006. Pada tanggal 17 September 2009 Noordin akhirnya tewas setelah beberapa kali lolos dalam penyergapan dan dalam penyergapan di Kampung Kepuhsari, Surakarta, juga menewaskan tiga orang lainnya, termasuk Bagus Budi Pranoto (perakit bom peledakan Kedubes Australia di Jakarta, 2004) dan Ario Sudarso, keduanya ahli perakitan bom didikan Azahari.

5. Santoso

Santoso juga dikenal dengan nama Abu Wardah atau Syekh Abu Wardah lahir 21 Agustus 1976 di Tentena, Sulawesi Tengah. Santoso merupakan pemimpin kelompok organisasi Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Persinggungannya dengan aparat berawal saat ia memimpin aksi perampokan mobil boks distributor Djarum Super pada tanggal 3 Agustus 2004. Atas aksinya tersebut dia divonis hakim pengadilan negeri Palu selama 5 Tahun kurungan penjara. Selepas dari penjara, aksi Santoso berkembang menjadi terorisme. Dia diangkat menjadi Amir MIT pada tahun 2012 lalu. Ia menjadi lebih dingin dan berani menyerang duluan. Akhirnya pihak kepolisian membuat satu operasi khusus untuk mencari dan mengadili Santoso yang kala itu bergerilya di hutan Sulawesi, operasi ini dinamakan Operasi Tinombala. Operasi tersebut berhasil menewaskan Santoso dan juga para anggotanya pada tanggal 18 Juli 2016.

6. Bachrun Naim

Pria ini memiliki nama lengkap Muhammad Bachrunna’im Anggih Tamtomo. Namanya muncul di radar tim Densus 88, ketika dia diketahui menyimpan ratusan amunisi di rumah kontakannya di di Jalan Kali Sampang RT 002 RW 003, Kampung Metrodranan, Kelurahan Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Dia ditangkap Korps Burung Hantu, 10 November 2010 silam. Naim diganjar hukuman 2,5 tahun penajara. Di kala itu, tak banyak yang tahu sepak terjang pria yang lahir di Pekalongan 1983 tersebut. Bachrum Naim merupakan gembong teroris yang bekerja di kelompok ISIS adalah salah satu yang menjadi buronan kepolisian Indonesia saat ini. Sejak kebebasannya dari penjara ia langsung bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan terus melancarkan aksi-aksi terorisme nya di tanah air contohnya adalah tragedi bom Sarinah pada Februari tahun 2016 yang menewaskan 8 orang tersebut.

Nah, itulah tadi 6 teroris paling fenomenal di Indonesia. Aksi-aksi mereka tersebut merupakan aksi yang sangat dilarang dalam agama maupun dunia. Semoga tulisan di atas dapat menambah wawasan Anda ya guys, terima kasih.