5 Pemimpin Politik Yang Tewas Dibunuh Secara Tragis

Dunia ini juga menyimpan cerita tragedi, orang-orang idealis di satu sisi dan dianggap musuh di sisi lainnya, dibungkam lawan-lawan politiknya. Tercatat ada beberapa pemimpin negara yang merenggang nyawa akibat pembunuhan. Memang, tidak semua pemimpin yang masuk dalam daftar ini layak untuk dikategorikan sebagai musuh, yang harus mati dengan cara brutal dan bisa dibilang tidak manusiawi.

Dalam sejarah dunia, pembunuhan politik telah menjadi salah satu cara penyingkiran seorang pemimpin negara dari kekuasaannya. Ada banyak sekali pemimpin politik di dunia, termasuk presiden, yang menjadi korban pembunuhan politik. Berikut daftar pemimpin dunia yang tewas akibat pembunuhan!

1. Patrick Lumumba

Patrice Lumumba lahir 2 Juli 1925 di Onalua, wilayah Katakokombe, provinsi Kasai, Kongo. Ia adalah pemimpin anti kolonial Afrika dan Perdana Menteri Republik Demokratik Kongo pertama yang dipilih secara demokratis, setelah membantu proses kemerdekaan negara itu dari Belgia pada Juni 1960. Tahun 1944, ia menjadi bagian dari gerakan “évolués” (berkembang), yakni sekelompok pemuda berpendidikan Kongo yang dipersiapkan untuk “memberadabkan” negerinya.

Pada tahun 1959, Lumumba memimpin sebuah partai berhaluan pro-pembebasan nasional, Gerakan Nasional Congolais (MNC). Karena haluan politiknya yang radikal, MNC segera meraih dukungan luas dari rakyat Kongo. Pada bulan Maret 1959, keanggotaan MNC sudah mencapai 58.000 orang. Pada bulan Mei 1960, diselenggarakan pemilu nasional. Partainya Lumumba, MNC, berhasil memenangi pemilu. Artinya, kehendak rakyat untuk merdeka tak terbendung lagi. Dan, pada 30 Juni 1960, Lumumba membacakan proklamasi kemerdekaan atas Belgia.

Selang beberapa bulan semenjak memproklamasikan kemerdekaan, tepatnya September 1960, setelah melalui konspirasi elit sayap kanan, kolonialis Belgia dan Imperialisme AS, Lumumba dipecat oleh parlemen dari jabatannya. Tindakan ini dilawan oleh rakyat. Sayang, militer Kongo, lebih loyal kepada penjajahnya ketimbang bangsanya, dimanfaatkan untuk menggulingkan Lumumba.

Lumumba dikenakan tahanan rumah. Ia sempat menyelinap dan melarikan diri bersama keluarganya. Namun, tanggal 1 Desember 1960, tentara pro penjajah berhasil menangkapnya. Sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Soviet, gigih mengutuk penangkapan terhadap Lumumba. Namun, apa mau dikata, PBB memang alat imperialis.

Lumumba dan dua kawannya dieksekusi tanggal 17 Januari 1961. Kabar ini diketahui dunia tanggal 13 Februari 1961. Rakyat Kongo dan dunia mengutuk kebrutalan imperialis itu.

2. Mahatma Gandhi

Mahatma Gandhi lahir di Porbandar, Gujarat, India Britania, tanggal 2 Oktober 1869. Gandhi adalah salah seorang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Ia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri.

Awal terbunuhnya Mahatma Gandhi adalah disaat Inggris melakukan politik pecah belah di India dengan menyatakan bahwa India harus menjadi 2 negara yang berbeda yaitu Hindu dan Islam.

Niat Inggris untuk memecah belah India berhasil dengan baik, sehingga terjadi pertumpahan darah antara Islam dan Hindu. Mahatma Gandhi pun berupaya untuk menyatukan Hindu dan Islam menjadi bangsa yang satu yaitu India. Keinginan Gandhi untuk menyatukan India inilah yang ditentang oleh Hindu garis keras. Akhirnya Mahatma Gandhi dibunuh pada tahun 1948 di halaman Birla House saat sedang berdoa. Gandhi dibunuh seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia diduga terlalu memihak kepada Muslim.

3. Moammar Khadafi

Moammar Khadafi lahir di Surt, Tripolitania, tanggal 7 Juni 1942. Ia adalah penguasa otokratis de facto Libya dari 1969 sampai 2011, setelah merebut kekuasaan dari Raja Idris dengan kudeta militer. Dia menghapuskan Konstitusi Libya tahun 1951 dan menerapkan undang-undang berdasarkan ideologi politiknya. Kekuasaan yang hampir 42 tahun telah menempatkannya menjadi penguasa terlama sebagai pemimpin non-kerajaan keempat sejak tahun 1900 dan terlama sebagai pemimpin penguasa Arab.

Diam-diam, ia mengalokasikan pendapatan negara untuk mensponsori teror dan kegiatan politik lainnya di seluruh dunia. Perserikatan Bangsa-bangsa menyebut Libya di bawah Khadafi sebagai Negara Paria.

Pada 23 Agustus 2011, Khadafi kehilangan kendali Tripoli ketika para pemberontak menangkap loyalisnya di Bab Al-Azizia. Pasukan loyalis Khadafi berperang di lokasi yang terbatas. Dia menghadapi penuntutan oleh Pengadilan Pidana Internasional yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Miliaran dolar asetnya telah dibekukan di seluruh dunia.

Pada tanggal 20 Oktober 2011, Khadafi telah ditangkap di kota kelahirannya, Sirte, pada pagi 20 Oktober 2011. Menurut media setempat, Khadafi dilaporkan meninggal karena terluka parah pada kedua kaki dan kepalanya akibat dibunuh oleh pemberontak yang tidak lain adalah rakyatnya sendiri.

4. John F. Kennedy

John Fitzgerald Kennedy lahir di Brookline, Massachusetts, AS, pada tanggal 29 Mei 1917. JFK adalah Presiden Amerika Serikat ke-35 yang menjabat sejak Januari 1961 sampai dibunuh pada bulan November 1963. Pada usia 43 tahun, ia menjadi presiden termuda yang kedua (setelah Theodore Roosevelt), dan presiden pertama yang lahir pada abad ke-20. Sampai sekarang, Kennedy, seorang Katolik, adalah satu-satunya presiden non-Protestan dan satu-satunya presiden pemenang Hadiah Pulitzer. John F. Kennedy merupakan presiden Amerika Serikat yang berkontribusi terhadap pemberian dana pendidikan dan bantuan ekonomi di wilayah pedalaman yang lebih besar.

Pada 22 November 1963, saat sedang melakukan lawatan ke negara bagian Texas, JF Kennedy ditembak oleh seseorang. Ia tertembak di atas mobil kepresidenan. Saat itu, pihak berwenang menetapkan Lee Harvey Oswald sebagai pelaku pembunuhan Kennedy. Namun, sampai sekarang kontroversi mengenai pembunuhan Kennedy ini belum selesai.

5. Abraham Lincoln

Abraham Lincoln lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1809 adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, menjabat sejak 4 Maret 1861 hingga terjadi pembunuhannya. Ia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan perbudakan. Namun, saat perang telah mendekati akhir, dia menjadi presiden AS pertama yang dibunuh. Di akhir masa jabatannya, Lincoln masih mendorong amandemen ke-13 Konstitusi AS untuk menghapuskan perbudakan. Dan proyek Lincoln itu berhasil. Sayang, keberhasilan Lincoln itu harus ditebus dengan nyawanya.

Presiden Lincoln ditembak di teater Ford, Washington, Amerika Serikat, pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya tanggal 15 April 1865 pada usia 56 tahun. Pembunuhnya, John Wilkes Booth adalah pemain teater yang memiliki gangguan jiwa, ia juga salah seorang pendukung yang disusupkan oleh kelompok pro-perbudakan. Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, AS dan dikenang Amerika dan dunia sebagai pejuang demokrasi karena jasa-jasanya.

Sebetulnya masih banyak pemimpin-pemimpin politik yang tewas dibunuh seperti Benazir Bhutto, Anwar Sadat, Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud dan lain-lain. Daftar pemimpin politik yang menjadi korban pembunuhan ini memberikan pelajaran bahwa setiap jabatan yang diemban memiliki resiko. Tidak terkecuali saat menjadi seorang pemimpin suatu negara atau wilayah yang memiliki banyak pengawal yang akan melindungi. Semoga bermanfaat dan terima kasih.