5 Pemimpin Negara Ini Penuh Kontroversi

Pemimpin memang harus memiliki karisma dan wibawa dalam menjalankan tugas negaranya. Pemimpin mempunyai perannya masing-masing dengan gaya yang berbeda-beda dan sebagian di antara mereka sering dianggap memiliki gaya kepemimpinan diktator dan kejam terhadap orang-orang, entah itu rakyatnya sendiri atau justru masyarakat lainnya di luar negaranya. Pemimpin ini memiliki ketegasan yang seringkali di-identikan dengan kekerasan dan penggunaan kekuatan. Semua itu tak luput dari dunia politik yang dipenuhi tipu muslihat dan kelicikan.

Beberapa pemimpin ini dikenal dengan kontroversialnya yang bisa dibilang mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Terutama karena hal dan kebijakan yang mereka lakukan. Siapa saja sih orang tersebut? Yuk disimak guys, cekidot!

1. Saddam Hussein

Saddam Hussein, namanya selalu menggetarkan hati setiap orang yang pernah mengenal dirinya. Saddam Hussein adalah mantan diktator Irak dan salah satu pemimpin yang paling keras, terutama pada Amerika Serikat dan Israel. Ia memutuskan untuk menyerbu tetangganya, Iran, setelah Revolusi Islam di bawah pimpinan Ayatullah Khomeini berhasil menggulingkan kekuasaan Shah Iran. Militer Saddam mulai lemah ketika tentaranya berhasil dibantai dan diusir keluar dari Iran oleh tentara Muslim Syiah Iran.

Dengan ceroboh, ia memutuskan menduduki Kuwait yang membuat Arab Saudi meminta Amerika Serikat ikut campur dalam Perang Teluk Arab. Saddam adalah pemimpin Timur Tengah dan merupakan rival Moammar Khadafi dalam meraih pengaruh atas Dunia Arab. Namun, Saddam harus kandas ketika ia tertangkap di sebuah bunker kotor yang tak layak huni dan dieksekusi mati pada 30 Desember 2006. Saddam terbukti membantai kaum Kurdi di utara Irak yang melanggar demokrasi. Namun, alasan Amerika Serikat untuk menyerang Irak, yaitu memiliki senjata pemusnah massal, tidak terbukti. Ini membuat citra Amerika Serikat hancur di mata dunia. Lain cerita, Saddam diperkirakan terlibat dalam perampokan Bank Sentral Irak sehari sebelum invasi Amerika Serikat ke Baghdad.

2. George Walker Bush

George Walker Bush merupakan presiden Amerika yang paling kontroversial. Bush adalah adalah Presiden Amerika Serikat ke- 43. Ia dilantik 20 Januari 2001 setelah terpilih lewat pemilu presiden tahun 2000 dan terpilih kembali pada pemilu presiden tahun 2004. Jabatan kepresidenan kedua kalinya berakhir pada 20 Januari 2009. Sebelumnya, ia adalah Gubernur Texas ke-46 (1995-2000). Jabatan ini ditinggalkan sesaat setelah dirinya terpilih sebagai presiden. Ia digantikan oleh Barack Obama.

George W. Bush, dituduh terlibat dalam aksi terorisme, mafia dan penjualan obat bius, baik selama menjabat sebagai pimpinan CIA (1976-1977) maupun ketika menjabat sebagai Wakil Presiden (1980-1988) hingga ketika menjadi Presiden (1989-1992). Selain terbukti terlibat dalam pembunuhan Presiden Kennedy, dia juga dituduh telah melanggar konvensi Jenewa ketika sedang bertugas sebagai pilot pesawat AS selama masa perang. dia dituduh menyerang nelayan yang sedang berada dalam sekoci penyelamat pada saat perang dunia II. Orang terakhir yang menyatakan tuduhan ini adalah mantan diktator Panama dan antek CIA, Jenderal Manuel Noriega, yang pada saat ini sedang menjalani hukuman 40 tahun penjara di Amerika Serikat. George W. Bush juga dijuluki si pembunuh darah dingin.

3. Kim Jong Un

Kim Jong Un bisa dikatakan sebagai pemimpin Korea Utara paling kejam sejauh ini. Meneruskan kekuasaan sepeninggal ayahnya, Kim Jong-il, ia adalah putra bungsu dari empat bersaudara. Ibunya adalah Ko Younghee, penari beretnis Korea kelahiran Jepang, yang merupakan istri ketiga. Ibu negara ini diketahui meninggal pada 2004. Tidak banyak laporan media tentang desas-desus kehidupan di Korut setelah ia dilantik menjadi pemimpin tertinggi di sana. Namun kabarnya ia menerapkan sejumlah peraturan yang sangat ketat.

Menurut situs Business Insider pada Januari 2014, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengeksekusi pamannya sendiri, Jang Song Thaek, untuk dimakan 120 anjing lapar.

Menurut sebuah laporan, Jang ditelanjangi dan dijebloskan ke dalam sebuah kandang bersama lima ajudannya.

Lalu 120 anjing yang sudah kelaparan karena tidak makan selama tiga hari dimasukkan ke kandang itu untuk memangsa Jang dan lima ajudannya hingga tubuh tak bersisa.

Hukuman itu disebut “quan jue” atau berarti eksekusi oleh anjing.

Seperti dikutip laman nbcnews pada Januari 2014, perlakuan kejam Kim Jong-un terhadap pamannya tersebut dikarenakan sang paman telah merugikan negara dengan aksi korupnya di 2009. Tidak hanya itu, sang paman juga kerap berlaku asusila dengan senang bermain wanita, pemakaian obat-obatan terlarang, hingga disebut sampah masyarakat. Namun tidak sampai disitu saja, Kim Jong Un juga menerapkan peraturan dimana aktifitas yang menurut kita ‘sepele’ bisa membuatmu terkena hukuman berat di Korea Utara.

4. Moammar Khadafi

Kolonel Moammar Khadafi mulai memimpin Libya di usianya yang ke-27 dan sejak itu dikenal sebagai seorang pemimpin yang tak hanya nyentrik, tapi juga penuh kontroversial. Bagaimana tidak? Khadafi menghapus pangkat di atas kolonel setelah ia berhasil menggulingkan Raja Idris pada 2 Maret 1979. Itu karena kolonel adalah pangkatnya ketika ia berhasil mengambil alih Libya.

Selain itu, Khadafi juga terlibat membiayai aksi terorisme di Skotlandia. Khadafi juga terkenal kontroversial dalam berpakaian. Ketika pemimpin negara memakai pakaian formal berjas dan berdasi, ia justru memakai pakaian khas Arab dengan kacamata hitam seperti rockstar. Dan yang membuat dirinya semakin dicap kontroversial adalah, ia dengan mudahnya membantai rakyat sendiri yang menentang kekuasaannya. Ia bahkan mengatakan revolusioner itu sebagai ‘tikus’ dan ‘kecoa’ yang harus disingkirkan dari Libya. Khadafi tewas dalam gejolak Libya pada tanggal 20 Oktober 2011 ditanah kelahirannya Sirte, Libya.

5. Donald Trump

Pada tahun 2016 ia telah berhasil menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang ke 45. Donald Trump dilantik sebagai presiden Amerika Serikat yang ke 45 pada Januari 2017. Kini setengah tahun menjabat, sudah banyak kebijakan nya yang sangat penuh kontroversi hingga kebijakannya yang menyakiti hati umat Muslim dunia.

Salah satu pernyataan paling kontroversial di kampanye Trump adalah bersumpah untuk melarang semua muslim memasuki Amerika Serikat.

Rencana ini mengundang kecaman luas dari partainya sendiri. Mike Pence, Cawapres Trump, menyebutnya “ofensif dan tidak konstitusional” Pence pun mengklaim, Trump tidak ingin menerapkan larangan tersebut. Dan sampai saat ini kebijakannya di pending untuk sementara waktu.

Nah guys, dari sikap mereka ini yang penuh kontroversi namun mereka tetap memiliki sikap positif yang harus kita apresiasi juga ya guys. Semoga bermanfaat dan terima kasih.