Yuk Baca 6 Kelainan Seks Pada Manusia

Kelainan seksual adalah suatu keadaan di mana seseorang memuaskan hasrat seksual dengan cara yang tidak semestinya dengan keadaan di mana seseorang memilih obyek seks yang tidak wajar. Misalnya memilih binatang, mayat, anak-anak kecil sebagai obyek seks, atau suka disakiti saat berhubungan seks. Kelainan ini didapat sejak kecil, bisa dari lingkungan pergaulan, akibat trauma, atau kelainan genetika pada tubuh. Kelainan genetika ini bukan karena faktor keturunan, namun bisa dikatakan kelainan seseorang saat masa kandungan atau hormon yang berlebihan pada saat pembentukan genetik. Perilaku menyimpang ini perlu mendapat penanganan dengan segera, sebelum pelakunya menyakiti diri sendiri atau menimbulkan masalah hukum.

Sebab di berbagai negara, beberapa jenis perilaku kelainan seksual dianggap tindakan kriminal dan dapat dijatuhi hukuman pidana.

Lalu, apa saja yang dianggap sebagai kelainan seksual? Yuk di simak guys!

1. Kelainan seks Eksibisionisme

Eksibisionis berasal dari kata exhibition yang artinya pameran, memamerkan atau mempertontonkan alat kelamin. Eksibisionis merupakan penyakit akibat dorongan fantasi sexual yang mendesak dan terus-menerus dengan memamerkan bagian vitalnya kepada orang lain. Dorongan tersebut bertujuan untuk menakuti, mengejutkan atau untuk dikagumi orang yang dipertontonkan. Eksibisionisme memiliki daya tarik seks yang cukup tinggi dan terus berulang untuk mendapatkan kepuasan seksual kepada orang yang tidak dikenal.

Gangguan ini umumnya berawal di masa remaja dan berlanjut hingga dewasa. Eksibisionis dapat terjadi pada pria maupun wanita. Pada pria, penderita merasakan kepuasaan saat melihat perempuan terkejut melihat bagian vitalnya. Sedangkan pada wanita, penderita merasakan kepuasan melihat pria terangsang saat melihat alat kelamin, payudara atau bokongnya. Penderita Eksibionisme biasanya melakukan praktek seksual merangsang diri sendiri atau sering disebut masturbasi sambil memperlihatkan alat vitalnya kepada orang lain.

2. Kelainan seks Fetisisme

Penderita dengan kelainan seks ini biasanya memuaskan nafsunya bukan dengan manusia, tetapi obyek benda mati sebagai fantasi untuk meningkatkan gairah seksualnya. Jadi pada penderita fetisisme, aktivitas seksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan BH wanita, celana dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat atau dorongan seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi dan mendapatkan kepuasan. Namun, ada juga penderita yang meminta pasangannya untuk menggunakan benda-benda favoritnya, kemudian melakukan hubungan seksual ML dengan pasangannya tersebut.

3. Kelainan seks Voyeurisme

Penderita Voyeurisme biasanya mendapat kepuasan seksual dengan mengintip orang lain yang sedang mandi, ganti pakaian, tanpa busana, atau beraktivitas seksual. Penderita biasanya merupakan seorang laki-laki yang bermasturbasi membayangkan tubuh si wanita yang sedang di intipnya dan akan merasakan ejakulasi saat gairah seks nya sudah di puncak. Namun, penderita kelainan seks ini biasanya tidak mau kontak fisik dengan wanita yang di intipnya.

4. Kelainan seks Bestialitas

Penderita Bestialitas atau zoophilia adalah istilah yang menggambarkan perasaan atau perilaku seks yang melibatkan hewan. Perasaan seksual orang dengan bestialitas mungkin berfokus pada hewan peliharaan seperti anjing, dan sebagainya. Biasanya penderita ini seorang wanita dengan imajinasi seks yang tinggi.

Penyebab dari kelainan seksual ini masih belum dapat diketahui dengan pasti, ada beberapa yang menyebutkan karena terlalu dekat dengan binatang peliharaan atau merasa jenuh dan bosan jika bercinta dengan manusia.

5. Kelainan seks Gerontopilia

Gerontopilia merupakan suatu perilaku kelainan seksual dimana penderita biasanya jatuh cinta dan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Gerontopilia termasuk dalam salah satu diagnosis gangguan seksual, dari sekian banyak gangguan seksual seperti voyurisme, exhibisionisme, sadisme, masochisme, pedopilia, brestilia, homoseksual, fetisisme, frotteurisme, dan lain sebagainya. Keluhan awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya yaitu pada seorang lansia.

6. Kelainan seks Pedofilia

Pedofilia merupakan aktivitas seksual dengan melibatkan anak kecil, umumnya di bawah usia 13 tahun. Kriteria pelaku pedofilia biasanya berusia di atas 16 tahun, atau setidaknya 5 tahun lebih tua dari anak yang dijadikan objek seksual. Penderita pedofilia bisa tertatik dengan bocah laki-laki maupun perempuan, namun ternyata menurut penuturan salah satu pedofilia penderita biasanya lebih tertarik dua kali lipat kepada bocah laki-laki.

7. Kelainan seks Necrophilia

Necrophilia atau nekrofilia merupakan bentuk perilaku kelainan seksual yang ditandai oleh hasrat untuk berhubungan seks dengan mayat (bisa tubuh manusia atau bangkai hewan). Hasrat ini sangat kuat dan sangat sering menghampiri si penderita. Seorang pengidap necrophilia akan terangsang oleh fantasi atau kontak seksual nyata dengan orang yang sudah meninggal dan sudah menjadi mayat. Beberapa necrophile (sebutan bagi penderita necrophilia) bisa menemukan kenikmatan seksual dari hal yang sederhana seperti saat mereka berada di dekat mayat, sementara necrophile lainnya menginginkan kontak seksual langsung dengan orang mati lewat penetrasi vaginal, oral, anal, atau masturbasi di hadapan mayat.

Nah, itulah tadi beberapa penyakit kelainan seksual pada seseorang, mungkin Anda salah satu pengidap penyakit tersebut? Segeralah ke rumah sakit terdekat untuk memeriksa kelainan seksual Anda.